Bandung (ANTARA) - Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat Tedy Rusmawan meminta pemerintah daerah dari tingkat provinsi bersama tingkat kabupaten/kota Jabar, untuk mempercepat pemetaan titik rawan bencana serta melakukan sosialisasi langsung kepada warga, sebagai langkah antisipasi bencana.
Langkah antisipasi bencana ini perlu, kata Tedy, seiring meningkatnya intensitas curah hujan termasuk di Bandung Raya yang juga telah mengalami alih fungsi lahan, dan dinilai jadi faktor yang memperbesar risiko banjir dan longsor di wilayah yang topografinya sensitif.
"Bandung Raya harus dipetakan, tiap kota di Jawa Barat juga dan sosialisasikan titik-titik mana saja yang punya potensi. Jangan sampai bencana terjadi tanpa antisipasi,” kata Tedy di Bandung, Minggu.
Di Bandung Raya, dicontohkan Tedy, adalah di Pangalengan, Kabupaten Bandung, sebagai daerah dengan tekanan alih fungsi lahan yang tinggi.
Di mana, pembabatan kebun dan pohon secara masif, kata dia, telah memperbesar risiko bencana hidrometeorologi.
"Selama ini gubernur sudah mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan. Itu harus didukung semua pihak, karena kerusakan lahan langsung berdampak pada risiko banjir dan longsor," ujarnya.
Tedy mengakui sejumlah program mitigasi sudah berjalan, namun implementasinya masih sporadis dan belum membentuk gerakan bersama yang kuat. Ia mendorong pemerintah provinsi menginisiasi langkah besar yang eksekusinya lebih merata dan sistematis.
"Kita berharap ada gerakan besar, bukan hanya sporadis. Program seperti Mapag Hujan atau kesiapan bencana harus diperkuat lewat surat edaran dan koordinasi lebih dekat," katanya.
Ia menambahkan antisipasi bencana di musim hujan memerlukan empat langkah utama: pemetaan titik rawan, sosialisasi kepada masyarakat, pengawasan ketat alih fungsi lahan, serta koordinasi lintas sektor menghadapi curah hujan tinggi.
DPRD Jabar berharap penguatan langkah-langkah tersebut dapat menekan risiko bencana termasuk di Bandung Raya dan daerah lainnya, sekaligus memastikan masyarakat lebih siap menghadapi dinamika cuaca ekstrem.
