Bandung (ANTARA) - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memperluas peran strategisnya dari sekadar pertahanan udara ke sektor ketahanan pangan dengan menggandeng Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk mengampanyekan diversifikasi pangan berbasis sorgum kepada ratusan pelajar di Bandung.
Langkah ini, bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan upaya strategis memperkenalkan teknologi pengolahan pangan alternatif, guna mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras di tengah ancaman krisis pangan global dan perubahan iklim.
"Kenyang itu tidak harus selalu dengan nasi, kami memperkenalkan sorgum sebagai contoh konkret pangan alternatif yang bernilai gizi tinggi dan mampu menggantikan posisi nasi," kata Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas Rinna Syawal di PTDI Bandung, Kamis.
Dalam program "B2SA Goes to School" yang digelar di Auditorium BJ Habibie PTDI tersebut, sebanyak 721 siswa SD dan SMP diajak untuk mengubah pola pikir konsumsi mereka sejak dini.
Rinna menekankan bahwa paradigma lawas "4 Sehat 5 Sempurna" kini telah bertransformasi menjadi Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA), di mana sorgum menjadi komoditas kunci karena ketahanannya terhadap iklim ekstrem dibanding padi.
Berbeda dengan kampanye pangan biasa, keterlibatan PTDI menonjolkan aspek teknologi dalam rantai pasok pangan.
Direktur Produksi PTDI Dena Hendriana menegaskan bahwa perusahaan pelat merah ini tidak hanya menanam, tetapi menyiapkan ekosistem hilirisasi melalui rekayasa mesin.
PTDI memberikan dukungan teknis berupa pengembangan dan penyediaan mesin pengolahan sorgum bagi petani dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Intervensi teknologi ini dinilai krusial untuk mengubah sorgum dari sekadar tanaman ladang menjadi produk pangan yang siap konsumsi dan bernilai ekonomi.
"Melalui Sorghum Center yang kami bentuk sejak 2023 bersama Universitas Pasundan, PTDI berkomitmen mendorong kemandirian petani. Kami menyediakan pelatihan penggunaan alat dan teknologi pengolahan agar ekosistem pertanian menjadi lebih produktif dan mandiri," kata Dena.
Kolaborasi ini sendiri, merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang diteken Agustus 2024. Implementasi nyata juga telah dilakukan pada Oktober 2025 lalu, di mana PTDI bersama Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat melakukan penanaman massal sorgum di Plumbon, Cirebon.
Inisiatif PTDI ini mengisi kekosongan dalam rantai pasok pangan nasional, yakni pada sisi teknologi pascapanen yang selama ini menjadi kendala utama dalam pengembangan pangan alternatif selain beras.
Kegiatan edukasi dan pameran teknologi pangan ini turut dihadiri oleh Ketua Sorghum Center Indonesia Wisnu Cahyadi serta perwakilan Yayasan Adhya Garini Lanud Husein Sastranegara, yang sepakat bahwa pengenalan pangan lokal harus dimulai dari bangku sekolah untuk menciptakan generasi yang adaptif terhadap diversifikasi pangan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PTDI dan Bapanas kampanyekan diversifikasi pangan lewat olahan sorgum
