Bandung (ANTARA) - BUMN usaha penerbangan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menegaskan tidak ada rencana pemindahan perusahaan ke Kompleks Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, sebagai usaha menciptakan ekosistem penerbangan terpadu di sana.
Yang ada, kata Direktur Niaga, Teknologi dan Pengembangan PTDI Mohammad Arif Faisal, adalah rencana penambahan fasilitas di BIJB Kertajati, sehingga kantor pusat tetap berada di Bandung.
"Tidak ada rencana untuk pemindahan, yang ada justru penambahan. Jadi kalau fasilitas di sini tetap akan kita keep yang ada di sini. Kalau di Kertajati memang ada rencana kami memang untuk membangun fasilitas tambahan di sana," kata Arif Faisal dikonfirmasi di Bandung, Senin.
Penambahan fasilitas tersebut, kata Arief, yang telah dikomunikasikan dengan Kementerian Pertahanan, Bappenas, dan BIJB Kertajati sendiri.
Di Kertajati yang direncanakan didirikan pusat industri aviasi, lanjut Arief, berdasarkan berbagai pembicaraan yang dilakukan, PTDI memproyeksikan untuk membangun fasilitas pemeliharaan, perbaikan dan pembongkaran menyeluruh (maintenance, repair, dan overhaul/MRO) pesawat tempur.
Kemudian, pusat penelitian dan perakitan pesawat nirawak atau drone (UAV) kelas besar dengan ketinggian sedang dan mampu bertahan lama (MALE), hingga kemungkinan perakitan akhir atau final assembly line (FAL) bermacam pesawat besutan PTDI.
"Ini sedang dalam proses, karena kita juga kan harus buat kajian bisnisnya segala macam seperti itu. Tapi yang jelas memang kami mengarah ke sana, yakni MRO pesawat tempur, UAV kelas MALE, bisa juga untuk FAL di sana. Karena kan di sini (Bandung) juga makin lama makin penuh," ucapnya.
Di Kertajati, Faisal mengatakan PTDI tidak membeli tanah pada kompleks bandara, akan tetapi memanfaatkan pengadaan lahan hasil kerja sama dengan BIJB Kertajati, Kemhan dan Bappenas, seluas 13 hektare (ha).
"Memang 13 hektare dirasa cukup untuk saat ini ya. Nanti makin lama makin berkembang. Nanti ini tentunya fasilitas bangunan, equipment kan pasti itu standar yang harus kami siapkan juga gitu kan," kata Faisal.
Faisal juga mengungkapkan PTDI kini tengah mempelajari berapa investasi yang harus disiapkan untuk proyeksi bisnis tersebut.
Sebelumnya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengungkapkan tiga hal yang akan dilakukan untuk menghidupkan kembali BIJB Kertajati di Majalengka.
Yang pertama menjadikan BIJB Kertajati sebagai pusat penerbangan haji dan umrah dengan kesiapannya membangun asrama haji; kedua menjadikan BIJB Kertajati sebagai pusat industri pertahanan dalam negeri dengan proyeksi PTDI dan PT Pindad pindah ke Kertajati.
Dan terakhir, mengoptimalkan konektivitas transportasi yang terintegrasi dengan bandara, pelabuhan, jalur kereta api, dan kawasan industri, salah satunya dengan jalur kereta api seperti ke Cirebon yang relatif dekat.
