Bandung (ANTARA) - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) resmi memulai ekspansi besar ke pasar internasional untuk produk pesawat udara nirawak (drone) bagi pertanian, hingga teknologi drone penumpang, yang diharapkan memperkuat posisi industri dirgantara nasional dalam rantai pasok global.

Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Moh Arif Faisal, dalam keterangan yang diterima ANTARA di Bandung, Kamis, mengatakan langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PTDI dengan PT Inovasi Solusi Transportasi Indonesia (FROGS Indonesia) dalam ajang Singapore Airshow 2026.

Arif menegaskan kolaborasi ini merupakan lompatan strategis untuk membawa inovasi anak bangsa ke panggung dunia, dengan memanfaatkan jejaring internasional termasuk dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di luar negeri.

"Kerja sama ini merupakan langkah strategis PTDI dalam memperluas kapabilitas sistem udara nirawak, khususnya pada aspek pengembangan platform, integrasi sistem, dan kesiapan manufaktur untuk pasar global," ujar Arif.

FROGS Indonesia sendiri, merupakan perusahaan rintisan teknologi yang memiliki spesialisasi pada manufaktur drone untuk sektor pertanian (sprayer), pemetaan udara, pengawasan kargo, hingga inovasi mutakhir drone penumpang.

Melalui sinergi ini, PTDI akan berperan sebagai motor penggerak dalam penguatan sistem, pemanfaatan fasilitas manufaktur, serta optimalisasi pemasaran global.

Arif menambahkan fokus utama kolaborasi ini, adalah menciptakan drone yang tidak hanya unggul secara aeronautika, tetapi juga memiliki fleksibilitas misi yang tinggi untuk kebutuhan operasional non-tempur.

"PTDI mendorong pengembangan drone yang andal dari sisi performa sistem, fleksibilitas misi, serta kesiapan untuk berbagai kebutuhan operasional, termasuk pengawasan, pemetaan, dan dukungan misi non-tempur. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional," katanya.

Kemitraan dengan FROGS Indonesia ini juga, sekaligus melengkapi portofolio PTDI dalam pengembangan drone atau Unmanned Aircraft System (UAS).

Sebelumnya, perusahaan yang berbasis di Bandung tersebut telah sukses mengembangkan platform militer dan pengawasan tingkat tinggi seperti UAS Wulung serta Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV) MALE "Elang Hitam".

Arif menyampaikan, dengan menggandeng mitra lokal yang adaptif, PTDI kini mengadopsi pendekatan komprehensif yang menyasar segmen sipil.

Hal ini mencakup riset dan pengembangan (R&D) bersama, untuk meningkatkan kemampuan sistem drone agar selaras dengan kebutuhan pasar ekspor, khususnya di sektor peternakan dan pertanian yang kini mulai banyak diminati di mancanegara.

 

 

 

 

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PTDI ekspor teknologi drone penumpang dan pertanian ke pasar global

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026