Garut (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menargetkan skrining Tuberkulosis (TBC) terhadap 60 ribu orang untuk mendeteksi kemudian melakukan pengobatan TBC di berbagai daerah, termasuk tempat yang riskan penyebaran TBC.
"Kita itu skrining harus dilakukan minimal 60 ribuan penduduk, itu yang kira-kira berisiko harus kita skrining," kata Kepala Dinkes Kabupaten Garut Leli Yuliani kepada wartawan di Garut, Senin.
Ia menuturkan pemeriksaan kesehatan masyarakat untuk mendeteksi penyakit TBC tersebut merupakan program Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang serentak di semua daerah, termasuk Garut.
Pemeriksaan itu, kata dia, menjadi rutin setiap tahun, tapi untuk tahun ini jumlah sasarannya lebih banyak untuk bisa mendeteksi secara dini penyakit TBC dan secepatnya bisa diobati.
"Kita melakukan skrining TBC ini dari tahun-tahun, sebelumnya juga sudah kita lakukan, cuma sekarang tahun ini lebih gencar lagi," katanya.
Ia menyampaikan pemeriksaan mendeteksi penyakit TBC dilakukan untuk seluruh lapisan masyarakat di semua daerah Kabupaten Garut, apabila ada yang terdeteksi maka akan dilakukan penanganan tepat agar bisa sembuh.
Kasus TBC di Garut saat ini, kata dia, terdeteksi positif sekitar 5.300 orang yang selanjutnya dilakukan upaya penyembuhan oleh pihak pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) maupun rumah sakit.
