Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti bersama ratusan murid di SMPN 1 Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat mendeklarasikan Gerakan Rukun Sama Teman sebagai upaya menumbuhkan budaya sekolah yang aman dan nyaman.
“Pendidikan nasional bertujuan untuk membangun generasi bangsa yang unggul, membentuk sumber daya manusia hebat, dan generasi muda yang kuat. Jadilah generasi muda yang serba tahu, generasi serba bisa, serta generasi rendah hati dan berakhlak mulia, guna membangun kemajuan untuk Garut dan Indonesia,” kata dia dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Kamis.
Untuk menjadi tiga generasi tersebut, ia mengungkapkan para murid harus memulai hari dari suatu pembiasaan dan budaya yang baik, salah satunya melakukan "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat", di rumah, sekolah, maupun lingkungan sosial masyarakat.
"Dari '7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat', semoga anak-anak Indonesia memiliki mental yang sehat dan raga kuat. Jadikan ilmu sebagai modal utama untuk menjalani hari, dengan ilmu semua menjadi mudah, dengan seni semua menjadi indah, dan dengan akhlak semua menjadi mulia," katanya.
Wakil Bupati Garut Putri Karlina memberikan apresiasi terhadap jajaran Kemendikdasmen yang hadir di Garut untuk menyosialisasikan Gerakan Rukun Sama Teman.
Ia menyebut gerakan itu program yang baik untuk mendukung proses pembelajaran yang aman, nyaman, dan tanpa perundungan, khususnya satuan pendidikan di Garut.
“Kalian adalah calon generasi Indonesia Emas 2045. Untuk itu, anak-anak harus mulai serius belajar dan punya kebiasaan baik. Gerakan ini harus dimaknai dengan membangun hubungan baik sesama teman, sesama teman boleh untuk bercanda tapi tidak boleh saling menyakiti,” katanya.
Pewarta: Hana Dewi Kinarina KabanEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026