Garut (ANTARA) - Kepolisian Resor Garut menurunkan tim Polisi Wanita (Polwan) Intan untuk membantu pengamanan dalam kegiatan memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, agar berjalan lancar dan tertib di wilayah perkotaan Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu.
Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto mengatakan, tim patroli dari jajaran polwan itu sengaja dilibatikan dalam rangka mendukung kelancaran dan pengamanan kegiatan peringatan HSN di Garut.
"Polwan kami libatkan dalam pengamanan peringatan Hari Santri, selain untuk pengaturan arus lalu lintas dan 'crowd control', mereka juga berperan aktif dalam pelayanan informasi kepada masyarakat," kata Yugi Bayu.
Ia mengatakan Patroli Polwan Intan yang berjumlah 46 personel dari berbagai satuan itu diterjunkan di titik-titik strategis untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban umum selama rangkaian Hari Santri.
Kehadiran Polwan, kata dia, tidak hanya sebagai bentuk mewakili institusi Polri yang humanis, tetapi juga sebagai wujud sinergitas dengan semua elemen masyarakat, khususnya bagi kalangan santri.
Ia menyampaikan sejumlah personel Polwan itu disebar dengan menyusuri sejumlah ruas jalan, kemudian disiagakan di titik jalur yang dilintasi massa santri, dan pengamanan di lokasi diselenggarakannya peringatan Hari Santri di Alun-alun Garut.
"Keterlibatan polwan merupakan bagian dari strategi pengamanan terbuka dan tertutup guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada peserta serta masyarakat sekitar," katanya.
Sejumlah personel polwan melakukan patroli dengan menggunakan kendaraan sepeda motor dan mobil menyusuri tempat keramaian masyarakat, ada juga personel yang berinteraksi langsung dengan santri dan membagi-bagikan cemilan dan air minum.
Kegiatan memperingati HSN tahun 2025 tingkat Kabupaten Garut berlangsung di Alun-alun Garut yang dihadiri santri dari berbagai pondok pesantren di Garut dan unsur forum komunikasi pimpinan daerah yang dipimpin oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dengan tema "Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia".
Bupati dalam sambutannya meminta santri tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman tapi hadir sebagai pelaku sejarah perjuangan dan menjadi pembawa nilai Islam yang memberikan kebaikan bagi semua umat manusia.
Ia menyampaikan syukur karena adanya perhatian besar negara terhadap pesantren yang diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, dan negara mengakui juga menghargai pesantren sebagai lembaga khas Indonesia dengan adanya Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 yang mengatur tentang Dana Abadi Pesantren.
"Semua ini adalah bukti bahwa negara tidak menutup mata terhadap jasa besar pesantren. Negara berutang budi terhadap pesantren dan para santri yang selama ini menjadi benteng moral bangsa," katanya.
