Cirebon (ANTARA) - DPRD Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mengusulkan kepada pemerintah daerah agar menambahkan dua muatan lokal dalam kurikulum sekolah, yakni sejarah Cirebon dan literasi digital guna memperkuat karakter pelajar di daerah itu.
Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Sophi Zulfia di Cirebon, Rabu, mengatakan usulan tersebut disampaikan untuk menanamkan nilai-nilai kearifan lokal sekaligus membentuk generasi yang bijak dalam menghadapi perkembangan teknologi.
“Beberapa waktu lalu saya mengusulkan adanya muatan lokal di sekolah, terutama tentang sejarah atau babad Cirebon, serta literasi digital,” katanya.
Menurut dia, pelajaran tentang sejarah daerah penting untuk membangun rasa bangga dan identitas lokal di kalangan pelajar.
Pihaknya menilai banyak siswa di Cirebon yang belum memahami akar budaya dan sejarah daerahnya sendiri.
“Anak-anak harus tahu dari mana asal mereka, bagaimana perjalanan sejarah daerahnya, agar tumbuh rasa cinta terhadap Cirebon,” ujarnya.
Selain itu, Sophi pun menyoroti perlunya pembelajaran literasi digital di sekolah, terutama bagi siswa SD dan SMP yang mulai aktif menggunakan media sosial.
Ia menyebutkan pengaruh media sosial yang semakin besar, harus diimbangi dengan pemahaman etika dan batasan dalam penggunaannya.
“Sekarang ini pengaruh media sosial luar biasa. Kalau tidak dibatasi dan tidak diajarkan cara memanfaatkannya dengan baik, bisa berdampak negatif,” katanya.
Sophi mengatakan pembelajaran literasi digital bisa difokuskan pada cara menggunakan teknologi secara produktif dan aman, sehingga para siswa mampu mengikuti kemajuan zaman tanpa kehilangan nilai moral.
Ia optimistis usulan mengenai muatan lokal dan literasi digital tersebut dapat dipertimbangkan oleh pemerintah daerah melalui serta Dinas Pendidikan untuk diterapkan di Kabupaten Cirebon.
Selain itu, Sophi menyampaikan harapannya pada momentum peringatan Hari Santri Nasional 2025 agar tidak hanya dijadikan seremonial, tetapi menjadi refleksi bersama.
Ia menyampaikan para santri memiliki peran penting sebagai generasi penerus bangsa, yang berpotensi menjadi pemimpin masa depan.
“Santri-santri ini menjadi harapan ke depan. Siapa tahu dari mereka akan lahir pemimpin-pemimpin yang hebat,” ujarnya.
Dia mengajak para santri di Kabupaten Cirebon untuk terus menumbuhkan semangat belajar dan menjaga akhlak sebagai bagian dari karakter bangsa.
“Harapan saya, mereka menjadi anak yang saleh dan salehah, membawa harum nama daerah, bangsa, dan negara,” ucap dia.
