Cirebon (ANTARA) - Perusahaan pembangkit listrik PT Cirebon Electric Power (Cirebon Power) memastikan dua unit pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dioperasikan secara optimal guna mendukung pasokan tetap aman pada sistem kelistrikan Jawa-Bali saat Lebaran 2026.
“Kami tetap bekerja. Kedua pembangkit milik Cirebon Power beroperasi optimal untuk mendukung ketersediaan listrik di jaringan 150 kV dan 500 kV,” kata Wakil Direktur Utama Cirebon Power Joseph Pangalila di Cirebon, Jumat.
Ia menjelaskan kebutuhan listrik saat Lebaran umumnya lebih rendah karena banyak kegiatan industri dan pabrik berhenti sementara, sehingga beban sistem kelistrikan cenderung menurun.
Menurut dia, kondisi tersebut membantu menjaga stabilitas pasokan listrik selama periode mudik dan libur panjang Idul Fitri.
Meski demikian, Joseph mengakui pihaknya tetap mewaspadai potensi kendala pasokan batu bara yang menjadi bahan bakar utama dua unit PLTU di Cirebon.
Ia mengatakan kelangkaan batu bara yang sempat terjadi dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya kebijakan domestic market obligation (DMO) yang membuat harga batu bara untuk pembangkit listrik lebih rendah dibanding sektor lain.
“DMO batu bara untuk pembangkit sekitar 70 dolar AS per ton, sementara untuk sektor lain seperti semen bisa mencapai sekitar 90 dolar AS per ton, dan untuk smelter mengikuti harga pasar,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, kata dia, pemasok batu bara kerap memprioritaskan penjualan ke sektor dengan harga lebih tinggi sehingga pasokan ke pembangkit listrik berpotensi berkurang.
Joseph menyebutkan stok batu bara di pembangkit Cirebon saat ini bervariasi, dengan sebagian unit memiliki cadangan di atas 10 hari operasi dan sebagian lainnya kurang dari 10 hari.
Oleh karena itu, kata dia, pemerintah saat ini tengah melakukan pembicaraan dengan para pemasok batu bara agar dapat meningkatkan pasokan ke pembangkit listrik.
“Kami berharap ada keberpihakan dari pemerintah untuk menambah pasokan batu bara ke pembangkit listrik,” katanya.
Ia menegaskan PLTU tidak memiliki alternatif bahan bakar lain dalam jangka pendek, karena fasilitas pembangkit telah dirancang khusus menggunakan batu bara dengan spesifikasi tertentu.
“PLTU batu bara memang didesain untuk memakai batu bara. Bahkan mengganti dengan jenis batu bara lain pun tidak mudah karena setiap pembangkit memiliki spesifikasi bahan bakar yang berbeda,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan pada akhir Februari 2026 PLTU Cirebon Unit-II telah menyelesaikan proses pemeliharaan fasilitas atau major overhaul (MOH) tipe C sesuai target.
Ia menyampaikan proses pemeliharaan tersebut berjalan lancar tanpa insiden, sehingga perusahaannya mencatatkan pencapaian 4,9 juta jam kerja aman (safe man hours).
“Kamis pastikan pasokan listrik tetap aman, dengan pengoperasian dua unit PLTU Cirebon,” tuturnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Cirebon Power optimalkan PLTU dukung pasokan listrik aman saat Lebaran
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026