Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mulai menerapkan kebijakan berupa program pembelajaran mendalam (PM) dan kurikulum berbasis cinta (KBC) untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar di wilayah tersebut.
Bupati Cirebon Imron di Cirebon, Rabu, mengatakan pendidikan yang berpusat pada anak merupakan fondasi penting untuk membangun masa depan bangsa yang berkarakter.
Oleh karena itu, kata dia, pemerintah daerah memanfaatkan pengetahuan serta keterampilan yang telah dibangun bersama ekosistem pendidikan untuk mendukung implementasi PM dan KBC.
Menurut dia, penerapan program itu sebelumnya terbukti mengurangi kesenjangan mutu pendidikan dasar di wilayah pesisir Cirebon.
“Kami percaya pendidikan yang menumbuhkan rasa ingin tahu, empati, dan kemampuan berpikir kritis akan membentuk generasi tangguh dan berakhlak,” katanya.
Lebih lanjut, Imron menyampaikan pihaknya telah melakukan kolaborasi lintas sektor untuk memberikan pelatihan agar para guru di Cirebon mampu melakukan asesmen diagnostik membaca serta penyediaan bahan ajar.
Menurutnya, hasil kolaborasi itu terlihat pada salah satu sekolah dasar (SD) di Kecamatan Losari, Cirebon yang menunjukkan kemampuan membaca siswa kelas awal meningkat dari 15 persen menjadi 42 persen dalam lima bulan.
“Di tingkat madrasah, dua dari tiga anak anak mengalami peningkatan kemampuan baca hingga tingkat paragraf,” tuturnya.
Ia menegaskan, penerapan program tersebut, dapat menjadi contoh implementasi kebijakan pendidikan yang berpihak pada anak.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen Toni Toharudin mengapresiasi komitmen Kabupaten Cirebon, khususnya dalam mendukung penerapan program tersebut.
Ia menuturkan saat meninjau SDN 3 Astanalanggar, Cirebon, sejumlah guru mulai menerapkan metode pembelajaran yang bermakna, menyenangkan dan berkesadaran.
Selain itu, menurut dia, para guru pun rutin melakukan asesmen membaca untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan murid.
“Guru lebih percaya diri dalam mendorong rasa ingin tahu siswa, empati, kolaborasi, dan kemampuan berpikir kritis,” ujarnya.
Meski belum semua guru mendapat pelatihan PM, kata dia, semangat untuk menerapkan pembelajaran bermutu sudah tinggi.
Ia pun berharap pelatihan untuk program ini, dapat diperluas agar lebih banyak guru terlibat khususnya di Kabupaten Cirebon.
Sedangkan, Direktur GTK Kemenag RI Faesal Musaad mengatakan beberapa guru madrasah di Cirebon telah menerapkan prinsip-prinsip KBC dalam proses pembelajaran murid, meski belum pernah mengikuti pelatihan resmi.
Pihaknya menilai para guru di madrasah, sudah menunjukkan rasa cinta dan tanggung jawab dalam membantu anak-anak yang tertinggal melalui asesmen membaca serta pendampingan intensif.
“Guru kini lebih fokus membantu siswa yang tertinggal, mencerminkan semangat KBC yang menekankan kasih sayang dan pendidikan karakter,” katanya.
Sementara itu, Kedutaan Besar (Kedubes) Australia pun menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Kabupaten Cirebon dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar melalui program Inovasi Untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI).
Minister Counsellor Tata Kelola dan Pembangunan Manusia Kedubes Australia Tim Stapleton menuturkan pihaknya merasa bangga, menjadi bagian dari upaya tersebut.
Selain itu, dia menambahkan keterlibatan Australia dalam penguatan pendidikan dasar di Indonesia memiliki sejarah panjang dan saat ini pihaknya berkomitmen untuk berkontribusi lebih banyak lagi.
Ia menyampaikan rasa terhormatnya dapat berkunjung ke Cirebon untuk pertama kali, serta menilai semangat guru serta murid dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sangat patut diapresiasi.
“Karena hal ini sejalan dengan komitmen bersama Perdana Menteri Anthony Albanese dan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan literasi dan numerasi anak Indonesia,” katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Cirebon mulai terapkan PM dan KBC di sekolah dasar
