Daerah tersebut, kata dia, merupakan jalur yang rawan dilanda bencana tanah longsor, karena kondisi permukaan tanah yang labil, sehingga mudah longsor saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah itu.
"Kejadian longsor ini diakibatkan oleh intensitas hujan yang tinggi, permukaan tanah yang labil tergerus, dan akhirnya menimbun badan jalan," katanya.
Ia menyampaikan jajarannya bersama petugas lain dan masyarakat setempat berupaya melakukan pengamanan jalur dan menyingkirkan material longsoran secara manual agar bisa kembali dilintasi kendaraan.
Baca juga: Seorang anak yang tewas tertimbun longsor di Garut berhasil dievakuasi
Baca juga: Pendaki yang tewas di Gunung Sagara Garut karena sakit
Baca juga: Dispertan Garut menggencarkan pengendalian hama agar produksi padi aman
