Indramayu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menyiapkan lahan tambak seluas 2.875 hektare untuk direvitalisasi menjadi tambak modern sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan di wilayah pesisir.
Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan tambak-tambak di Indramayu yang selama ini kurang produktif, akan diubah menjadi lahan perikanan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
"Luas lahan yang siap direvitalisasi tersebar di lima kecamatan, yakni Cantigi, Kandanghaur, Losarang, Pasekan, dan Sindang," kata Lucky dalam keterangannya di Indramayu, Kamis.
Menurut dia, revitalisasi ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memberdayakan potensi pesisir serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
Lucky menjelaskan langkah ini sejalan dengan komitmen Pemkab Indramayu, dalam membangun ekonomi berbasis sumber daya lokal dan memperkuat ketahanan pangan sektor kelautan.
"Dengan revitalisasi ini, kita memanfaatkan tambak yang kurang produktif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir," ujarnya.
Ia menuturkan program tersebut menjadi bagian dari proyek revitalisasi tambak di kawasan Pantura Jawa Barat, yang digagas oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Berdasarkan data, kata dia, total lahan yang akan direvitalisasi di Jawa Barat mencapai 20 ribu hektare dan dapat menyerap lebih dari 100 ribu tenaga kerja.
“Tahap pertama revitalisasi tambak akan dimulai pada 2025, termasuk di Indramayu,” ucap dia.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026