Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mendata dampak gempa dangkal dengan magnitudo 4,5 yang terpusat di Kabupaten Sukabumi namun terasa cukup keras di sejumlah wilayah di Cianjur.

Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat di Cianjur, Senin, mengatakan data sementara tidak ada kerusakan akibat gempa tersebut, namun warga di sejumlah wilayah seperti Gekbrong, Warungkondang, Cilaku, Cianjur, dan Cugenang sempat panik.

Warga sempat bertahan di luar rumah guna memastikan tidak ada gempa susulan, bahkan di sejumlah fasilitas pelayanan umum seperti puskesmas dan rumah sakit sejumlah keluarga pasien sempat berlarian ke luar ruangan.

"Gempa yang terjadi Minggu malam sempat membuat panik warga di sejumlah wilayah, namun warga kembali ke rumah setelah beberapa puluh menit bertahan di luar rumah guna memastikan tidak ada gempa susulan," katanya.

Dia menjelaskan, informasi dari BMKG menunjukkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,53 derajat Lintang Selatan (LS) dan 106,72 derajat Bujur Timur (BT) tepatnya berlokasi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada kedalaman 28 kilometer.

Pihaknya mengimbau masyarakat tidak panik namun tetap waspada segera mencari tempat aman ketika merasakan gempa, serta tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan termasuk ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana segera mengungsi.

Hingga saat ini, tutur dia, cuaca ekstrem masih melanda sebagian besar wilayah Cianjur masih harus diwaspadai masyarakat terutama yang tinggal di bantaran sungai dan berdekatan dengan tebing rawan longsor.

"Kami menyiagakan petugas dan 360 relawan guna melakukan pengawasan, pelaporan serta melakukan mitigasi kerawanan bencana di wilayah masing-masing termasuk menjelang pergantian musim dari hujan ke panas," katanya.

Dia menambahkan, memasuki pergantian musim berbagai upaya antisipasi dampak kekeringan terutama di wilayah rawan di utara hingga selatan, pihaknya bersama Pemkab Cianjur telah melakukan sejumlah pemetaan termasuk membangun pipanisasi dan embung air.

"Kami berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penangan cepat dengan truk tangki guna memenuhi kebutuhan air bersih warga di sejumlah kecamatan yang menjadi langganan kekeringan saat kemarau," katanya.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026