Garut (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Garut melibatkan tim medis untuk melaksanakan proses visum terhadap seorang santriwati yang diduga menjadi korban asusila oleh oknum pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sebagai proses hukum untuk kebutuhan penyelidikan kasus tersebut.

"Lagi kita laksanakan visum dan pemeriksaan psikolog," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut AKP Joko Prihatin di Garut, Senin.

Ia menuturkan jajaran Unit Perlindungan Anak dan Perempuan Polres Garut sudah bergerak untuk menangani kasus dugaan tindak pidana asusila dengan korban santriwati, dan terduga pelakunya pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Samarang, Garut.

Kepolisian, kata dia, sudah mengamankan terduga pelaku yang saat ini statusnya masih terlapor, dan masih diamankan di Markas Polres Garut sambil menunggu hasil visum korban.

"Masih terlapor, masih diamankan keselamatannya di Polres," kata Joko.

Ia mengatakan pihak kepolisian memastikan akan memprosesnya sesuai aturan hukum yang berlaku, berikut melakukan pemeriksaan sejumlah saksi.

Kepolisian juga melibatkan pihak terkait salah satunya UPTD PPA Pemkab Garut untuk menangani kasus asusila tersebut, mulai dari pendampingan hukumnya, sampai pemulihan kejiwaan korban.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Garut, Yayan Waryana menambahkan, korban saat ini sudah menjalani visum di Rumah Sakit Umum Daerah dr Slamet Garut sebagai bagian dari proses hukum.

"Hari ini dilakukan visum di RSU dan kami memastikan pendampingan terus dilakukan agar korban merasa aman," katanya.

Ia menyampaikan pihaknya akan terus melakukan pendampingan terhadap korban, termasuk saat ini memenuhi proses hukum yakni menjalani visum.

"Yang terpenting saat ini adalah perlindungan terhadap korban dan memastikan proses hukum berjalan secara objektif," katanya.

Kasus tindak pidana asusila yang diduga dilakukan pimpinan pondok pesantren berinisial AN (45) telah memicu reaksi masyarakat hingga akhirnya petugas kepolisian mengamankan terduga pelaku dari rumahnya.

Dalam video viral juga terlihat sejumlah warga berteriak mengeluarkan ucapan yang kesal terhadap terduga pelaku.
 



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026