Menurut dia, ke-12 sekolah tersebut merupakan sekolah yang sudah memiliki kualitas tinggi. Kemendiktisaintek tidak akan melakukan perubahan berarti dalam sistem pembelajaran maupun kurikulum yang telah berlangsung.
Hanya saja, pemerintah akan membimbing siswa kelas 12 untuk persiapan masuk ke universitas. Mulai Agustus 2025, siswa kelas 12 dari sekolah-sekolah ini akan mulai mendapatkan bimbingan intensif untuk persiapan masuk universitas pada tahun ajaran berikutnya.
"Bimbingan akan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya kepada siswa, tetapi juga kepada guru dan manajemen sekolah," kata dia.
Selain Sekolah Garuda Transformasi, pemerintah juga tengah mempersiapkan pembangunan empat Sekolah Garuda Baru yang ditargetkan siap untuk tahun ajaran 2026/2027.
Di beberapa daerah, proses pemilihan lahan dan perencanaan pembangunan fisik sudah dimulai, termasuk pembinaan sumber daya manusia seperti guru dan tim manajemen yang akan mendukung keberlangsungan sekolah-sekolah tersebut.
Sekolah Garuda Baru berskema asrama ini akan menampung sekitar 150-an siswa berprestasi dari seluruh penjuru negeri per angkatannya. Beberapa wilayah yang akan dibangun di antaranya di Kota Soe, Nusa Tenggara Timur, Bangka Belitung, dan Nabire Papua Tengah.
"Anak dari Aceh bisa tinggal di Papua, anak dari Jawa bisa belajar di Nusa Tenggara Timur. Mereka akan saling memahami dan menghargai perbedaan," kata dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 12 Sekolah Garuda Transformasi siap digelar tahun ini
