Dalam keterangan di Bandung, Sabtu, serapan aspirasi pada diskusi bertajuk Kolokium Politik itu, Ilham mengatakan memang beberapa waktu terakhir ada masalah ekonomi yang terjadi termasuk di Jawa Barat yang didapuk sebagai lumbung padi nasional, seperti harga beras yang melambung tinggi.
Ilham mengatakan bahwa hal tersebut kemungkinan karena panen di Jabar yang tidak sesuai prediksi dan target akibat beberapa faktor, seperti cuaca ekstrem kekeringan panjang. Namun pemerintah juga telah melakukan berbagai upaya seperti pompanisasi hingga impor dan sebagainya untuk menstabilkan harga.
Meski demikian, Ilham mengatakan hal itu adalah dalam jangka pendek, sedangkan jangka panjangnya masih ada yang harus diperbaiki pada sektor pertanian di Jabar seperti soal pupuk, aksesibilitas air, infrastruktur irigasi dan waduk, hingga lahan yang berkurang.
"Kita memang bangga dengan status Jabar sebagai lumbung padi, tapi sebetulnya kalau dibandingkan dengan negara lain di sekitar kita seperti Vietnam atau Thailand, mereka lebih produktif lagi secara konsisten," kata Ilham.
Menurut Ilham, kondisi saat ini lahan produktif untuk pertanian semakin berkurang bahkan degradasi hingga puluhan ribu hektare menjadi tantangan, namun bukan berarti tidak ada solusi.
"Solusinya, meningkatkan produktivitas. Caranya, bibitnya harus lebih unggul, pupuk harus lebih cocok dengan jumlah yang diperlukan, air harus dikelola dengan lebih baik sampai pembinaan kepada petani. Jadi harus ada mekanisasi pertanian, dan program-program ini akan dikembangkan lebih spesifik dan detail nanti oleh kami ketika masuk pemilu," ujar dia.
Baca juga: Aher ditunjuk jadi Ketua Tim pemenangan Syaikhu-Ilham
Pewarta: RCPEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026