Antarajawabarat.com, 29/7 - Pertandingan antara Pelita Bandung Raya (PBR) melawan tuan rumah PSPS Pekanbaru (Rabu (31/7) ditunda karena tim Bandung itu tengah berduka menyusul kematian striker Sekou Camara akibat serangan jantung.
"Tim tidak jadi berangkat Pekanbaru pada Senin (29/7), pertandingan ditunda namun kami belum mendapat jadwal baru untuk pengganti jadwal itu," kata Direktur PT Kreasi Performa Pasundan, manajemen PBR, Marco Gracia Paulo didampingi juru bicara Budi Kresnadi di Bandung, Senin.
Rencananya, PBR akan berangkat ke Pekanbaru hari ini, namun dengan adanya duka di tim berjuluk "Si Anak Hilang" itu maka tim itu mengajukan penjadwalan ulang pertandingan melawan PSPS kepada PT Liga Indonesia.
Pelita Bandung Raya tengah berduka setelah Sekou Camara meninggal dunia akibat serangan jantung. Pemain asal Mali tersebut pingsan saat tengah berlatih di Stadion Siliwangi Bandung pada Sabtu malam.
Setelah mendapat perawatan intenif di RS Halmahera siaga, Camara menghembuskan nafas terakhir pukul 23.48 WIB. Jenazah Camara disemayamkan di rumah duka RS Boromeus Kota Bandung.
Terkait pemulangan jenazah Sekou Camara ke Mali, ditanggung sepenuhnya oleh manajemen PBR. Rencananya akan diberangkatkan dari rumah duka RS Boromeus Kota Bandung pada Senin malam sekitar pukul 19.00 WIB.
Pada malam itu juga akan langsung diberangkatkan ke Mali. Jenazah Sekou akan didampingi oleh kerabatnya yang berada di Jakarta untuk mengantar hingga ke Mali.
"Kebetulan di Jakarta ada kerabatnya, mereka sudah berada di Bandung. Pemulangan jenazah akan dilakukan malam ini," kata Humas PBR Budi Kresnadi.
Sementara itu ucapan belasungkawa terus mengalir melalui jejaring sosial PBR maupun yang disampaikan dengan karangan bunga yang berjejer di dekat rumah duka RS Boromeus.
Kepergian striker Sekou Camara sangat mengejutkan kubu PBR, pasalnya pemain yang direkrut pada paruh kedua LSI 2013 dari Persiwa Wamena itu tidak memiliki riwayat penyakit jantung.***4***
