Antarajawabarat.com,9/7 - Program Keluarga Berencana Medis Operasi Pria (MOP) semakin diminati warga Kota cirebon, Jawa Barat setelah mereka membentuk kelompok Keluarga Berencana khusus pria, sebelumnya hanya berjumlah sekitar 33 orang kini menjadi 104 peserta.
Sugianto Kepala Seksi Informasi Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Cirebon, kepada wartawan di Cirebon, Selasa, mengatakan, KB untuk laki-laki jenis MOP semakin diminati oleh masyarakat Kota Cirebon, sehingga jumlahnya meningkat dibandingkan sebelumnya.
"Jumlah peserta MOP awalnya sekitar 12 peserta naik menjadi 33 orang sedangkan target tahun 2012, kini mencapai 104 peserta tahun 2013, diharapkan terus naik,"katanya.
Kelompok KB pria memicu kenaikan jenis KB Medis Operasi Pria tersebut, keunggulannya efektif dan murah karena hanya sekali mengeluarkan biaya, sedangkan untuk wanita seperti suntik butuh biaya rutinitas mulai dari sebulan sekali hingga suntik tiga bulan, harapannya pria lebih mengerti dan memahami KB tersebut.
Sementara itu ni yang menjadi peserta Keluarga Berencana hanya wanita, untuk Kota Cirebon sudah tinggi kesadaran mereka mencapai 79,37 persen peserta 33.618 orang dari jumlah penduduk 263.819 jiwa, namu jika mereka dibiarkan tetap mengancam ledakan penduduk. .
Fatoni salah seorang peserta KB pria menuturkan, KB jenis MOP lebih aman murah dan efektif, sehingga semakin diminati para lelaki di daerah Pantura Cirebon, diperkirakan jumlah mereka akan bertambah karena kesadaran ber KB terus meningkat.
Pilihan KB jenis MOP untuk pria, kata dia, tepat dan hemat karena resikonya rendah. Sebelumnya masyakat Kota Cirebon berpikir negatif terhadap MOP tersebut, sehingga jumlahnya masih terbatas.
Kesadaran Keluarga Berencana bagi sejumlah warga Pantura Kota Cirebon sudah cukup baik, namun tetap butuh perhatian dari pemerintah karena ada beberapa tempat seperti di Kecamatan Harjamukti Keluarahan Argasunya masih rendah..
Kelompok Keluarga Berencana khusus pria cukup membantu sosialisasi kepada peserta baru KB laki-laki, sebelumnya kurang diminati dengan berbagai alasan tradisional seperti akan kehilangan kejantanan, selain itu pasangan hidup mereka takut prilaku seks bebasnya meningkat.***3***
Enjang S
