Bandung (ANTARA) -
"Evaluasi mengenai produk apa saja dan penyebab yang membuat inflasi tinggi itu sangat penting," kata Mendagri Tito Karnavian, dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah secara virtual dari Gedung Pakuan Bandung, Selasa.
Baca juga: BI proyeksikan inflasi turun menjadi 3 hingga 4 persen di semester II 2023
Rakor yang dihadiri para kepala daerah seluruh Indonesia tersebut dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian.
"Kepala daerah harap turun cek langsung sehingga tahu persis angkanya berapa, terutama komoditas-komoditas yang dianggap penyumbang inflasi," katanya.Untuk wilayah Jabar sendiri, Kota Bandung menjadi yang tertinggi tingkat inflasinya. Namun secara umum inflasi Jabar hingga saat ini masih terkendali.
Untuk angka inflasi Januari 2023 saat ini Badan Pusat Statistik masih melakukan survei.
Baca juga: Pemkot Bandung kembali gelar padat karya di 2023
Pemprov Jabar berupaya mengendalikan inflasi dengan beberapa skema, di antaranya bantuan langsung baik dari dana pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten/kota.
Awal 2023 rencananya akan hadir Pusat Distribusi Provinsi (PDP) yang dikelola PT Agro Jabar, BUMD milik Pemdaprov Jabar. PDP akan berfungsi sebagai penyangga (buffer) yang akan menstabilkan harga bahan pokok.
