Sumedang, Jawa Barat (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meneruskan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada 1.110 Pamong Praja Muda IPDN yang dilantik, agar mereka menjadi birokrat-birokrat yang profesional.
“Beliau (Presiden, red.) menyampaikan seperti itu tadi, ASN harus profesional, dan IPDN itu (harus) menjadi motor (penggerak) untuk ASN,” kata Mendagri Tito Karnavian saat ditemui selepas upacara pelantikan Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXII di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin.
Presiden Prabowo semula dijadwalkan memberikan arahan secara langsung kepada 1.110 Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXII dan melantik mereka sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Kampus IPDN Jatinangor, tetapi rencana itu batal karena ada agenda yang lebih mendesak. Presiden Prabowo dijadwalkan menerima kedatangan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim pada Senin sore.
Tito menyampaikan Presiden Prabowo sangat peduli dan memperhatikan IPDN, berikut para lulusannya, karena mereka yang nantinya menjadi birokrat-birokrat penyelenggara pemerintahan.
“Beliau sangat-sangat concern kepada ASN. Tanpa ASN yang profesional, administrasi pemerintahan, pembangunan kita enggak akan berjalan,” kata Tito meneruskan pesan Presiden Prabowo.
“Yang menjalankan pembangunan ASN, (ASN) adalah ujung tombaknya, sehingga posisi IPDN menjadi sangat penting dalam konteks ASN yang jumlahnya 4 juta orang,” sambung Tito Karnavian.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo, sebagaimana disampaikan Mendagri Tito Karnavian, juga menyampaikan permohonan maaf kepada para Pamong Praja Muda beserta keluarga yang telah menantikan kehadiran Presiden RI di Kampus IPDN Jatinangor.
“Pesan Beliau (Presiden, red.), satu, permintaan maaf kepada praja dan juga orang tua, mungkin ya jangan sampai kecewa karena tugas negara ini sangat penting,” kata Tito.
