"Kami menerima laporan terkait penggalian situs bersejarah oleh warga yang sedang mencari harta karun," kata Ketua TACB Kabupaten Indramayu Dedy S Musashi melalui pesan tertulis yang diterima di Cirebon, Senin.
Dedi mengatakan setelah dilakukan pengecekan, ternyata informasi yang diterimanya itu benar, di mana ada warga sedang menggali secara liar atau tidak berizin untuk mencari benda-benda pusaka.
Menurutnya, situs yang dirusak adalah situs makam Benggala Benggali, merupakan makam Bupati Indramayu keempat sampai keenam.
Warga menggali kedalaman kurang lebih 2,5 meter dengan menggunakan cangkul dan linggis untuk mencari harta karun.
"Perusakan dilakukan dengan cara menggali tanah kedalaman 2,5 meter, menggunakan cangkul dan linggis," ujarnya.
Pewarta: Khaerul IzanEditor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026