ANTARAJAWABARAT.com,18/10 - Petani di Pantura Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terus berusaha mengembangkan pupuk organik berbahan labu kuning untuk memenuhi kebutuhan tanaman sayuran mereka.
Seorang pelopor petani sayuran dataran rendah Kabupaten Indramayu, Andi Kusnanto, di Indramayu, Kamis, mengatakan, produksi pupuk organik berbahan labu kuning membantu petani setempat karena hasil panen maksimal dan ramah lingkungan.
"Dorongan dan ajakan terus diupayakan oleh kelompok petani hortikultura, untuk meninggalkan pupuk kimia dan obat pertaniannya, karena merusak kesuburan tanah," katanya.
Pengolahan pupuk organik berbahan labu kuning masih dilakukan secara tradisional, sedangkan hasilnya digunakan oleh Kelompok Petani Holtikultura Indramayu. Pupuk organik itu, selain ramah lingkungan juga membuat pertumbuhan sayuran dataran rendah sesuai dengan target mereka.
Kembali memanfaatkan hasil olahan alam untuk mengembangkan usaha tani, kata dia, butuh kesadaran petani terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam, karena selama usaha tani konvensional mereka terbiasa dengan pupuk kimia.
"Meski sulit tetap diupayakan mencintai kesuburan tanah stabil," katanya.
Kepala Seksi Kelembagaan dan Pengembangan Tani Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu Ir Anang mengatakan, sejumlah petani di daerah pantura terus mengembangkan pupuk organik.
Kebutuhan pupuk organik itu, katanya, cukup tinggi setelah lahan sayuran dataran rendah semakin luas.
Pupuk organik yang dikembangkan petani berbahan labu kuning, kata dia, sudah dilakukan uji laboraturium dengan hasil yang memuaskan, karena 100 persen alami tanpa bahan kimia.
Pihaknya mengimbau petani menjaga kelestarian alam dengan kembali menggunakan pupuk dan pestisida nabati, karena hasil panen memuaskan.
Selain itu, katanya, kesuburan tanah terjaga dibandingkan dengan memakai pupuk kimia. ***2***
Enjang S
