Bandung (ANTARA) -
Ketua PB Paguyuban Pasundan sekaligus Ketua Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) Prof Didi Turmudzi berharap pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024 bisa dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan oleh KPU.
"Harapan kami, semoga pelaksanaan Pemilu 2024 sesuai jadwal, sesuai dengan aturan konstitusi yang harus dikuti semua pihak," kata Prof Didi Turmudzi saat membuka seminar nasional bertajuk "Pemilu 2024 dan Prospeknya Bagi Masa Depan Bangsa" di Bandung, Minggu.
"Salah satunya membentuk pemerintahan yang dapat melindungi bangsa serta dapat memajukan kesejahteraan bangsa," kata dia.
Prof Didi mengatakan Paguyuban Pasundan memiliki perhatian pada bidang politik meskipun bukan bagian dari partai politik dan tidak akan menjadi partai politik tapi pihaknya punya sikap politik.
Terkait isu Pemilu 2024 yang dibahas dalam seminar nasional tersebut, kata dia, Paguyuban Pasundan ingin berkontrbusi turut menyosialisasikan terkait Pemilihan Umum 2024 kepada masyarakat karena Pemilihan Umum menjadi penentu nasib jutaan rakyat Indonesia.
"Kami memiliki kewajiban untuk berkontribusi memberi penyadaran kepada warga Paguyuban Pasundan, dan khususnya warga Jawa Barat dan warga Indonesia bahwa pemilu itu pintu masuk atau jembatan untuk menentukan nasib jutaan rakyat Indonesia," kata dia.
Dia juga menjelaskan soal sosok pemimpin bangsa Indonesia yang harus melindungi rakyatnya, mampu melakukan pengentasan kemiskinan dan pengangguran, mereduksi kejahatan atau kriminalitas, narkotika, "human trafficking" hingga mampu menjaga kerukunan dan persoalan lainnya.
Lebih lanjut ia berharap seminar yang diselenggarakan Pascasarjana Universitas Pasundan bekerja sama dengan Pusat Kajian Hukum Politik dan Keamanan Universitas Pasundan serta Paguyuban Pasundan bisa memberikan wawasan dan pencerahan bagi peserta.
Sementara itu, Ketua Divisi Teknis KPU RI, Idham Holik yang hadir menjadi pembicara pada seminar tersebut menyinggung soal wacana penundaan Pemilu 2024 yang sempat ramai dibicarakan oleh khalayak.
Dia menegaskan Pemilu 2024 akan digelar sesuai jadwal yang sudah disepakati bersama yakni pada 14 Februari 2024.
Hal ini sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo setelah isu penundaan Pemilu 2024 yang sempat ramai dibahas oleh publik beberapa waktu lalu.
"Kemarin muncul wacana Pemilu 2024 ditunda dan lain-lain. Memang dalam perspektif demokrasi liberal, hal tersebut tidak masalah," kata dia.
Idham Holik berharap Pemilihan Umum 2024 nanti bisa berjalan dengan baik, karena pemilihan umum dinilai memperkuat presidensialisme, dan dengan demokrasi rakyat Indonesia menyatu.
“Kita sebagai rakyat yang berdaulat kuncinya kembali kepada konstitusi dan UUD 1945," kata dia.
Di akhir paparannya, Idham Holik sangat berharap masyarakat Indonesia turut menyukseskan Pemilu 2024 dan tidak ada demokrasi yang baik tanpa keterlibatan masyarakat sipil.
“Maka dari itu, saya mengajak kepada masyarakat untuk mensukseskan Pemilu, karena Pemilu adalah masa depan kita semua,” kata.
Selain itu, acara tersebut juga untuk mendorong partisipasi politik masyarakat dalam memilih pemimpin nasional yang kelak akan menentukan keberlanjutan pembangunan nasional dan nasib ratusan juta rakyat Indonesia.
"Seminar ini saya nilai sebagai bentuk kepedulian Program Pascasarjana Unpas terhadap kelangsungan demokrasi yang akan memilih Pemimpin nasional guna keberlanjutan pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045," kata Tugiman yang juga Dosen Pascasarjana Unpas.