Ketua Deputi Pemuda DPW PKS Jabar juga Ketua DPD PKS Garut, Helmi Budiman menilai kedatangan Yance ke Garut bahkan kesejumlah daerah lainnya dinilai ada unsur muatan politik mencuri "start" kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2013 mendatang.
Apalagi dalam kunjungan ke Garut yang sudah kesekian kali, kata Helmy seperti kunjungan ke Pesantren di Cibatu mendapatkan kabar membagi-bagikan kaos warna partai bertuliskan identitas Yance.
"Jelas ini berindikasi curi start kampanye," kata Helmy yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Garut.
Menurut dia tindakan Yance dinilai melanggar etika politik karena merugikan pihak tertentu yang ingin ikut dalam pencalonan Pilgub Jabar yang akan digelar 2013 nanti.
Ia berharap agar tidak ada pihak yang dirugikan sebaiknya tindakan yang mengindikasikan pada kampanye pencalonan diri pada Pilgub Jabar sebaiknya menahan diri hingga waktu yang tepat ditentukan sesuai aturan yang berlaku.
"Tujuannya tidak lain agar pelaksanaan Pilgub bisa lebih fair," tegasnya.
Secara terpisah, Yance usai menghadiri kegiatan bakti sosial pengobatan gratis di Pondok Pesantren di Kecamatan Cibatu membantah kunjungannya ke Garut merupakan kampanye pencalonan diri pada Pilgub mendatang.
Kedatangannya, kata Yance karena diundang oleh pimpinan pondok pesantren untuk menghadiri kegiatan bakti sosial sekaligus silaturahmi dengan masyarakat dan bukan mencuri "start" kampanye Pilgub.
"Sebagai pimpinan Partai Golkar di Jabar, saya merasa memiliki kepedulian kepada masyarakat Kabupaten Garut, makanya datang kemari untuk membantu masyarakat melalui kegiatan sosial," katanya.
Terkait ada pembagian baju kepada masyarakat dalam kegiatan bakti sosial di pesantren tersebut, Yance menyatakan bukan diberi melainkan dibuat oleh warga sendiri.
"Untuk baju, itu bukan diberi, tapi mereka membuatnya sendiri," tegasnya.***3***
Feri P
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026