Garut, 5/4 (ANTARA) - Bupati Garut Aceng M Fikri berharap pemerintah pusat secepatnya memetuskan pembentukan Kabupaten Garut Selatan, Jawa Barat, sebagai upaya meningkatkan potensi daerah dari berbagai sektor.
"Pemerintah pusat bisa segera mengabulkan Kabupaten Garut Selatan menjadi daerah otonomi baru," kata Bupati dihadapan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri disela-sela penyerahan bantuan kepada masyarakat miskin di lapangan Desa Karangwangi, Kecamatan Mekarmukti, Garut bagian selatan, Selasa.
Setelah dibentuknya pemerintah kabupaten baru, Aceng berharap Kabupaten Garut Selatan dapat tumbuh berkembang dan maju diberbagai sektor.
Ia mengakui Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah tertinggal di Indonesia terutama wilayah Selatan yang masih banyak masyarakat miskin serta pertumbuhan ekonomi yang belum dikembangkan.
"Ketertinggalan ini bisa diupayakan bersama agar kita ini bisa cepat mengejar dari ketertinggalan," kata Bupati dalam sambutannya dihadapan masyarakat Garut Selatan.
Wilayah Garut Selatan, menurut Aceng daerah yang cukup jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Garut ditambah akses jalan yang belum memadai.
Bahkan masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal dengan fasilitas medis lengkap di Rumah Sakit Umum Garut, kata Aceng cukup kesulitan diperoleh masyarakat Garut Selatan.
"Ketertinggalan ini ditandai beberapa hal diantaranya kemiskinan dan pelayanan kesehatan, mudah-mudahan kedepan bisa menjadi lebih baik," katanya.
Sementara itu pemekaran wilayah dan membentuk Kabupaten Garut Selatan tersebut ditunjang dengan 327 Desa dengan 15 Kecamatan yakni Kecamatan Cikajang, Banjarwangi, Cisewu, Talegong.
Selanjutnya Kecamatan Bungbulang, Pamulihan, Pakenjeng, Cikelet, Pameungpeuk, Cibalong, Cisompet, Pendet, Singajaya, Cibulit dan Mekarmukti yang direncanakan sebagai kecamatan ibu kota Kabupaten Garut Selatan.
(U.KR-FPM/B/Y003/Y003)
