"Kukang ini diserahkan oleh warga Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, yang menemukannya tergeletak di pinggir jalan," kata Aktivis PPSC Budiharto di Sukabumi, Sabtu.
Informasi yang dihimpun, sebelum dilepasliarkan, salah seorang warga mengunggah penemuan hewan dilindungi ini ke media sosial Facebook.
Kukang tersebut ditemukan terjatuh dari kabel listrik dan mengalami cidera ringan, melihat kondisi tersebut warga itu merawat sekaligus meminta bantuan agar Kukang ini segera dievakuasi (diselamatkan) untuk dilepasliarkan ke habitatnya.
Mendapat kabar penemuan hewan yang keberadaannya diambang kepunahan ini sejumlah relawan mendatangi rumah penemu Kukang dan langsung mengevakuasi.
Menurutnya, saat dievakuasi kondisi hewan yang aktif pada malam hari (nocturnal) ini dalam kondisi sehat dan langsung dibawa untuk dilepasliarkan di hutan lindung Gunung Beser, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi yang berbatasan dengan Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur.
"Pelepasliaran ini adalah bentuk komitmen kita terhadap konservasi, karena populasinya semakin menipis akibat perburuan liar, perdagangan ilegal, kerusakan habitat dan lain-lain," katanya.
Budi mengatakan pelepasliaran kukang ini juga berfungsi untuk turut mengatur ekosistem yang hari demi hari jumlahnya mengalami degradasi, karena hewan pun harus disejahterakan. Diharapkan di habitatnya Kukang ini bisa bereproduksi untuk menjaga populasinya.
Sementara, relawan ProBumi Indonesia Asep Has mengimbau kepada warga jika menemukan hewan liar, khususnya yang dilindungi agar tidak dipelihara apalagi sampai diperjualbelikan.
Selain itu, segera melaporkan ke instansi terkait seperti Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) maupun aktivis penyelamatan satwa untuk dirilis atau dilepasliarkan ke habitatnya.*
Baca juga: Warga Garut serahkan dua ekor kukang ke BKSDA untuk direhabilitasi
Baca juga: Tiga kukang jawa usai direhabilitasi dilepasliarkan di hutan Kamojang Garut
Pewarta: Aditia Aulia RohmanEditor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.