Pengolahan limbah Ipal terpadu

  • Kamis, 2 Agustus 2018 16:40

Petugas melakukan pengecekan rutin pengolahan limbah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Industri Terpadu PT MCAB Cisirung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (2/8). IPAL Terpadu PT MCAB yang menampung air limbah dari 24 pabrik industri di kawasan Dayeuhkolot tersebut mulai kembali beroperasi setelah sempat ditutup akibat kebocoran dan kelebihan debit limbah yang mengotori sungai Citarum. ANTARA JABAR/Novrian Arbi/agr/18.

Anggota TNI melakukan pengecekan kualitas air limbah yang keluar dari saluran i Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Industri Terpadu PT MCAB Cisirung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (2/8). IPAL Terpadu PT MCAB yang menampung air limbah dari 24 pabrik industri di kawasan Dayeuhkolot tersebut mulai kembali beroperasi setelah sempat ditutup akibat kebocoran dan kelebihan debit limbah yang mengotori sungai Citarum. ANTARA JABAR/Novrian Arbi/agr/18.

Kondisi air limbah yang keluar dari pipa saluran Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Industri Terpadu PT MCAB Cisirung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (2/8). IPAL Terpadu PT MCAB yang menampung air limbah dari 24 pabrik industri di kawasan Dayeuhkolot tersebut mulai kembali beroperasi setelah sempat ditutup akibat kebocoran dan kelebihan debit limbah yang mengotori sungai Citarum. ANTARA JABAR/Novrian Arbi/agr/18.

Petugas melakukan pengecekan rutin pengolahan limbah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Industri Terpadu PT MCAB Cisirung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (2/8). IPAL Terpadu PT MCAB yang menampung air limbah dari 24 pabrik industri di kawasan Dayeuhkolot tersebut mulai kembali beroperasi setelah sempat ditutup akibat kebocoran dan kelebihan debit limbah yang mengotori sungai Citarum. ANTARA JABAR/Novrian Arbi/agr/18.

Petugas melakukan pengecekan rutin pengolahan limbah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Industri Terpadu PT MCAB Cisirung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (2/8). IPAL Terpadu PT MCAB yang menampung air limbah dari 24 pabrik industri di kawasan Dayeuhkolot tersebut mulai kembali beroperasi setelah sempat ditutup akibat kebocoran dan kelebihan debit limbah yang mengotori sungai Citarum. ANTARA JABAR/Novrian Arbi/agr/18.

Berita Terkait