Bandung, Jawa Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, memperluas peluang kerja bagi masyarakat ke Jepang melalui kerja sama dengan Japan Platform for Migrant Workers toward Responsible and Inclusive Society (JP-MIRAI).
Bupati Bandung Dadang Supriatna di Bandung, Rabu, mengatakan bahwa JP-MIRAI selama ini telah menjadi mitra Pemkab Bandung dalam mendukung penempatan tenaga kerja asal Kabupaten Bandung di Jepang.
"JP-MIRAI sudah cukup lama bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bandung. Tahun lalu, kami juga melakukan kunjungan kerja ke Jepang untuk melihat langsung para pekerja asal Kabupaten Bandung dan Alhamdulillah mereka berhasil bekerja dengan baik di sana," katanya.
Dirinya menjelaskan kerja sama tersebut diarahkan untuk membuka akses penempatan pekerja migran yang legal dan aman guna mendukung target penciptaan 10.000 lapangan kerja baru setiap tahun di Kabupaten Bandung.
Menurut dia, kerja sama tersebut membuka peluang peningkatan kuota penempatan tenaga kerja asal Kabupaten Bandung ke Jepang yang dapat disesuaikan dengan program pelatihan kerja dan pelatihan bahasa Jepang yang telah berjalan.
"Prinsipnya kami sangat berterima kasih, apalagi skema yang ditawarkan ini tanpa biaya bagi calon pekerja. Ini tentu menjadi peluang yang sangat baik bagi masyarakat Kabupaten Bandung," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung Dadang Komara mengatakan pasar Jepang menjadi salah satu negara tujuan strategis karena membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar sekaligus memberikan kesempatan peningkatan kompetensi bagi generasi muda.
"Jepang merupakan salah satu negara tujuan strategis. Di satu sisi mereka membutuhkan tenaga kerja, di sisi lain masyarakat Kabupaten Bandung membutuhkan akses terhadap peluang kerja yang legal, aman, dan memberikan peningkatan kompetensi," katanya.
Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Bandung memiliki sekitar 3,8 juta penduduk dengan mayoritas berada pada usia produktif, sehingga perluasan kesempatan kerja menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
Data Disnaker Kabupaten Bandung mencatat sebanyak 161 peserta berhasil bekerja di Jepang pada 2025 dari total 530 peserta pelatihan Bahasa Jepang, sementara selama periode 2021 hingga 2025 tercatat 418 warga Kabupaten Bandung telah bekerja di Jepang dari total 840 peserta pelatihan.
Menurut Dadang, salah satu keunggulan kerja sama dengan JP-MIRAI adalah penerapan prinsip fair and ethical recruitment initiative (FERI) yang menempatkan biaya rekrutmen sebagai tanggung jawab pemberi kerja, sehingga tidak membebani calon pekerja migran.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026