Bandung (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iswara, menilai penguatan sektor pariwisata dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bandung sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pajak daerah.

Ia menekankan perlunya optimalisasi sektor pariwisata agar daerah tidak terlalu bergantung pada sumber penerimaan yang berasal dari pajak seperti kendaraan bermotor maupun pajak bangunan.

“Harus kita manfaatkan ya (sektor pariwisata). Jadi jangan kita berharap kepada pajak kendaraan bermotor atau pajak bangunan,” kata Iswara di Bandung, Kamis.

Menurut dia, pengembangan pariwisata dan kebudayaan harus terus didorong secara berkelanjutan sebagai bagian dari diversifikasi sumber pendapatan daerah, terutama di tengah kebutuhan penguatan fiskal daerah ke depan.

Ia menambahkan, peningkatan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, akan memberikan dampak langsung terhadap penguatan ekonomi masyarakat di daerah, khususnya pelaku usaha kecil di sekitar destinasi wisata.

“Sehingga nanti wisatawan domestik maupun mancanegara datang terus ke Jawa Barat,” ujarnya.

Sementara itu, data Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bandung mencatat jumlah destinasi wisata tercatat meningkat dari 807 destinasi pada 2022 menjadi 853 destinasi pada 2023, dan kembali naik menjadi 922 destinasi pada 2024.

Kawasan wisata seperti Ciwidey, Rancabali, Soreang, hingga Pangalengan disebut menjadi penopang utama kunjungan wisatawan, terutama pada akhir pekan dan musim libur panjang.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) per 31 Desember 2025 mencapai Rp1,8 triliun atau 81,51 persen dari target APBD Perubahan 2025 sebesar Rp2,2 triliun.

Adapun struktur PAD Kabupaten Bandung pada 2025 masih didominasi oleh sektor pajak daerah yang menyumbang Rp1,072 triliun serta retribusi daerah tercatat sebesar Rp619,8 miliar, disusul hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp82,6 miliar, serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp44,6 miliar.

Dengan kondisi tersebut, penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dinilai oleh Iswada menjadi salah satu opsi strategis untuk memperluas basis pendapatan daerah di luar sektor pajak konvensional.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026