Kuningan (ANTARA) - Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Kuningan, Jawa Barat menangani kebakaran kandang ayam petelur di Desa Haurkuning yang menghanguskan 6.300 bibit ayam.
Kepala Kantor Damkar Kuningan Andri Agra Kusumah saat dikonfirmasi di Kuningan, Rabu, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 08.27 WIB dan langsung mengerahkan personel ke lokasi kejadian.
Menurut dia, sebanyak lima petugas dari Regu 2 diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 08.32 WIB untuk melakukan penanganan.
"Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB dan berhasil memadamkan api dalam waktu kurang lebih 30 menit," katanya.
Ia menjelaskan objek yang terbakar merupakan kandang ayam petelur semi permanen, berukuran sekitar 14 meter x 28 meter milik warga setempat.
Berdasarkan keterangan saksi, kata dia, api pertama kali diketahui muncul di bagian atap kandang sebelum menjalar ke seluruh bangunan.
Ia menyampaikan saat kejadian, pengelola kandang bersama pekerja lainnya sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, karena tidak tersedia sumber air di sekitar lokasi.
“Namun, api dengan cepat membesar, sehingga warga meminta bantuan petugas pemadam kebakaran,” katanya.
Andri mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan kebakaran diduga dipicu percikan dari mesin pemanas ayam, yang menyambar penutup plastik pada bagian atap kandang.
Akibat peristiwa tersebut, lanjut dia, sebanyak 6.300 bibit ayam petelur dari 6.500 ekor yang berada di dalam kandang mati terbakar.
Menurut dia, kerugian akibat kematian bibit ayam diperkirakan mencapai Rp50 juta, sedangkan kerusakan bangunan ditaksir sekitar Rp70 juta.
"Total kerugian sementara yang tercatat mencapai sekitar Rp120 juta dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," katanya.
Ia menambahkan proses pemadaman sempat terkendala kondisi akses jalan menuju lokasi yang sempit dan menanjak.
“Meski demikian, petugas berhasil mengendalikan api, sehingga tidak merambat ke area kebun maupun bangunan lain di sekitar lokasi kejadian,” ucap dia.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026