Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, menggelar program penanaman 200 bibit pohon keras untuk memulihkan ekosistem lingkungan di sejumlah lokasi rawan longsor dan pergeseran tanah, salah satunya di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber.
Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat di Cianjur, Selasa, mengatakan program itu, bentuk mitigasi bencana jangka panjang di area restorasi yang terdampak serta mencegah risiko longsor dan pergeseran tanah di masa depan.
Bibit pohon keras yang ditanam jenis mahoni dan pohon buah-buahan di tanam di sejumlah tempat di Desa Cibokor, guna mengantisipasi longsor dan pergeseran tanah kembali terjadi akibat kerusakan ekosistem lingkungan.
"Bibit pohon keras yang ditanam diberikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cianjur untuk memulihkan ekosistem lingkungan di Desa Cibokor usai dilanda bencana longsor dan pergeseran satu bulan yang lalu," katanya.
Penanaman akan terus dilakukan dengan bantuan DLH Cianjur agar ekosistem lingkungan di wilayah terdampak bencana di sejumlah kecamatan yang rawan dapat pulih dengan cepat, sehingga dapat mencegah banjir, longsor, dan pergeseran tanah.
Hal itu, termasuk di wilayah utara dan selatan Cianjur, di mana pihaknya akan bekerja sama dengan DLH Cianjur dalam pengadaan bibit tanaman keras, sehingga pemulihan ekosistem menjadi target utama guna mencegah bencana alam.
"Program ini bekerja sama dengan DLH Cianjur, di mana hingga saat ini masih berjalan serta akan terus dilakukan sebagai upaya pencegahan dan dalam rangka memulihkan kembali ekosistem lingkungan di Cianjur," katanya.
Sebelumnya, DLH Cianjur telah menanam sekitar 500 bibit pohon mahoni di sejumlah tempat di sepanjang jalur utama Cianjur, sebagai upaya peremajaan pohon yang tumbang akibat bencana alam atau lapuk dimakan usia.
Penanaman pohon baru di kiri dan kanan jalan di sepanjang jalur utama Cianjur meliputi jalur Puncak-Cianjur, Mande, dan Cikalongkulon-Cianjur.
Hal tersebut dilakukan sebagai pengganti pohon yang sudah berusia tua yang terpaksa ditebang atau tumbang akibat cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Cianjur sejak beberapa bulan terakhir.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026