Bandung (ANTARA) - Camat Bojongsoang Kankan Taufik Barnawan melaporkan petugas terus mendata kebutuhan warga di lokasi terdampak banjir di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, serta memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali.
“Pendataan terus dilakukan petugas di lapangan karena saat ini banjir masih merendam permukiman warga. Kami ingin memastikan kebutuhan mereka teridentifikasi dan kondisi tetap terkendali,” kata Kankan Taufik Barnawan di Bandung, Selasa.
Banjir di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, hingga Selasa belum juga surut. Kecamatan Bojongsoang menjadi salah satu titik terdampak dengan ketinggian air mencapai 140 sentimeter.
Dia mengatakan banjir yang merendam ratusan rumah tersebut juga mengakibatkan satu unit rumah roboh akibat terjangan air.
“Satu keluarga beranggotakan tiga jiwa terdampak langsung akibat rumah roboh itu. Saat ini, warga yang rumahnya tidak aman telah mengungsi ke rumah kerabat,” ujarnya.
Dia menambahkan, pihaknya juga mendata kerugian materiil dan memastikan keselamatan warga di titik-titik rawan.
"Mengingat kondisi cuaca yang belum menentu, para pengungsi membutuhkan bantuan mendesak berupa logistik dasar,” katanya.
Sementara itu, genangan air menghambat aktivitas warga di Kampung Cijagra, Desa Bojongsoang, sehingga warga setempat menggunakan perahu sebagai sarana transportasi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung menyebut banjir juga melanda wilayah Kecamatan Dayeuhkolot akibat hujan deras yang membuat debit Sungai Citarum beserta anak sungainya meluap ke permukiman warga.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, jumlah warga terdampak mencapai 7.604 kepala keluarga atau sekitar 21.228 jiwa di sejumlah wilayah terdampak.
BPBD Kabupaten Bandung telah melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan, asesmen dan pendataan di lapangan, serta mengimbau masyarakat untuk segera mengungsi apabila hujan deras kembali terjadi.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026