Bandung (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mendorong penerapan pengolahan sampah berkelanjutan menyusul temuan praktik pembuangan terbuka (open dumping) di lahan wisata kawasan Pangalengan.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Bandung Abdul Wahid Fauzy di Bandung, Jumat, menegaskan pengelolaan sampah tidak boleh hanya dipindahkan tanpa penyelesaian di hulu.
"Persoalannya, di sana tidak ada pengolahan sama sekali. Sisanya dibiarkan menumpuk begitu saja (open dumping) dan harusnya tuntas di tempat, tidak sekadar pindah tumpukan,” ujarnya.
Ia menjelaskan praktik tersebut ditemukan di lahan yang berada di tengah area perkebunan dan sebelumnya digunakan melalui kerja sama personal dengan pihak pasar untuk menampung sampah, tetapi pelaksanaannya hanya ditumpuk tanpa proses pengolahan memadai.
“Tidak ada pengolahan sama sekali. Hanya ada pemilahan ala kadar oleh beberapa pemulung, sisanya dibiarkan menumpuk begitu saja,” kata Abdul Wahid.
DLH bersama pihak kecamatan telah melakukan peninjauan lapangan sejak satu bulan terakhir untuk menindaklanjuti kondisi tersebut.
Menurut dia, keberadaan lokasi penampungan itu turut memicu munculnya tempat pembuangan sampah (TPS) liar di sepanjang akses menuju lokasi yang melintasi lahan milik PTPN.
Kondisi ini dinilai berisiko menciptakan titik kumuh baru serta mencemari lingkungan, terlebih Pangalengan kini berkembang sebagai destinasi wisata.
Ia juga menyoroti pengelolaan sampah oleh sejumlah pengusaha wisata di kawasan Rahong dan Cileunca yang masih dilakukan secara mandiri tanpa melibatkan DLH.
Sampah dari objek wisata, lanjut dia, kerap diserahkan kepada pihak ketiga atau kelompok masyarakat, namun pada akhirnya tetap menumpuk di lahan pribadi di Bojongwaru, bukan dibuang ke Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti.
“Pengusaha cenderung menginginkan solusi praktis agar kawasan mereka bersih, tanpa memikirkan hilir sampahnya ke mana,” katanya.
Sebagai langkah perbaikan, DLH juga telah melakukan restrukturisasi wilayah kerja UPT Kebersihan guna mengoptimalkan pelayanan di wilayah selatan Kabupaten Bandung, termasuk Pangalengan.
DLH menjadwalkan pertemuan lanjutan pada bulan ini untuk memastikan komitmen para pemangku kepentingan dalam beralih dari metode open dumping menuju sistem pengolahan sampah yang lebih berkelanjutan.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Akbar Nugroho Gumay
COPYRIGHT © ANTARA 2026