Kota Bandung (ANTARA) - Pengelola Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Jawa Barat, memprediksi puncak arus mudik terjadi pada H-4 Lebaran 2026 atau Selasa (17/3) terutama pada rute antarkota dalam provinsi (AKDP).

Kepala Terminal Leuwipanjang Asep Hidayat mengatakan peningkatan penumpang mulai terlihat sejak H-7 Lebaran, khususnya untuk perjalanan jarak jauh ke luar Pulau Jawa seperti Sumatra dan Bali.

“Prediksi puncak arus mudik di H-4 Lebaran terutama untuk tujuan lokal atau seputar Jawa Barat. Kalau untuk keluar Jawa seperti Sumatera dan Bali sudah mulai ada peningkatan sejak H-7,” kata Asep di Bandung, Senin.

Ia menjelaskan penjualan tiket angkutan Lebaran di Terminal Leuwipanjang meningkat hingga sekitar 70 persen atau sekitar 4.200 penumpang per hari, dibandingkan hari biasa yang berada di kisaran 30 persen atau sekitar 1.800 penumpang.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pengelola terminal telah menyiapkan sekitar 500 hingga 600 unit bus dengan kapasitas sekitar 6.000 kursi.

“Yang kami persiapkan bus sebanyak 500 sampai 600 unit untuk arus mudik dengan kesiapan kursi sekitar 6.000 tempat duduk,” ujarnya.

Selain armada reguler, pengelola juga menyiapkan bus cadangan yang akan dioperasikan apabila terjadi lonjakan penumpang menjelang puncak arus mudik.

Asep menambahkan masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan armada bus karena hingga saat ini masih tersedia sekitar 30 hingga 40 persen kursi yang belum terisi.

Ia juga menyebut saat ini terdapat sekitar 26 perusahaan otobus yang beroperasi di Terminal Leuwipanjang. Jumlah tersebut bertambah seiring rencana perubahan fungsi Terminal Cicaheum menjadi depo layanan BRT.

 



Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026