Bandung (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat mengungkapkan perpindahan operasional bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang, terus diakselerasi oleh pihak-pihak terkait.
Kepala Dishub Jabar Dhani Gumelar mengatakan fungsi layanan di Terminal Tipe A Cicaheum yakni untuk bus AKAP dan AKDP telah final akan dialihkan ke Terminal Tipe A Leuwipanjang, dengan telah dilakukan sosialisasi dan diujicobakan, namun belum secara penuh layanan itu telah berpindah.
"Secara waktu, perpindahan itu sedang diakselerasi oleh semua pihak terkait, namun mengingat kajian pengalihan dari Kemenhub itu simultan, sehingga implementasinya juga secara simultan," kata Dhani saat dikonfirmasi ANTARA di Bandung, Rabu petang.
Perpindahan operasional PO bus dari Cicaheum ke Leuwipanjang, dijelaskan Dhani, adalah dalam skema penataan dan pengembangan angkutan massal bus berbasis jalan (Bus Rapid Transit/BRT) Bandung Raya atau Cekungan Bandung.
Di mana Terminal Cicaheum diproyeksikan akan menjadi salah satu depo BRT Bandung Raya, sehingga sebagai konsekuensinya operasional Terminal Tipe A Cicaheum akan dialihkan sesuai hasil kajian pengalihan fungsi terminal tersebut yang dilaksanakan Kementerian Perhubungan melalui PMC (Project Manajemen Consultant).
"Yang telah final AKAP dan AKDP Bus dialihkan ke terminal tipe A Leuwipanjang dan telah disosialisasikan serta diujicobakan," ujarnya.
Dengan proyeksi Terminal Cicaheum yang telah final untuk depo BRT Bandung Raya, Dhani menjelaskan sambil menunggu tahapan keseluruhan pengalihan fungsi Terminal Tipe A Cicaheum, serta penerbitan Kartu Pengawasan (KP), masih ada PO yang beroperasional di Terminal Tipe A Cicaheum.
"Namun bila fungsi keseluruhan Terminal Tipe A Cicaheum telah berpindah dan ditutup karena pembangunan depo BRT telah dimulai , sesuai Berita Acara Sosialisasi seluruh layanan AKAP dan AKDP Bus di Cicaheum akan berpindah ke Terminal Tipe A Leuwipanjang," katanya.
Dengan perpindahan tersebut, ada pertanyaan apakah Leuwipanjang bisa mengakomodir penambahan armada dan penumpang dari Cicaheum, Dhani mengatakan berdasarkan kajian, sosialisasi dan uji coba yang telah dilakukan, Leuwipanjang masih memiliki kemampuan itu.
Terlebih, selain sebagai depo BRT Bandung Raya, Cicaheum juga diarahkan menjalani fungsi Terminal Tipe C yang melayani angkutan dalam kota.
"Leuwipanjang masih mencukupi untuk penambahan (36 trayek) dari Cicaheum untuk bus dan penumpangnya, serta telah dilakukan sosialisasi dan ujicoba untuk itu," ucapnya.
Dhani mengatakan pengalihan fungsi Terminal Tipe A Cicaheum menjadi Depo BRT merupakan bagian dari rencana pengembangan angkutan massal berbasis jalan BRT Bandung Raya atau Cekungan Bandung.
"Sehingga pengalihan tersebut merupakan dukungan dalam mewujudkan pembangunan angkutan umum masal BRT di Cekungan Bandung yang merupakan kesepakatan antara Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten/Kota di cekungan Bandung," tuturnya.
Pewarta: Ricky PrayogaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.