Bandung (ANTARA) - Otoritas Terminal Leuwipanjang Bandung mengungkapkan keinginan untuk menghadirkan penginapan berupa hotel, berkaca dari yang terjadi pada arus mudik dan balik musim Lebaran 2026 ini.
Kepala Terminal Leuwipanjang Asep Hidayat menjelaskan saat momen arus mudik dan balik di musim lebaran tahun ini, banyak penumpang yang datang lewat dari jadwal berangkat bus yang mereka tuju, hingga terpaksa harus menginap di gedung terminal, yang terbanyak saat H+1 Lebaran 2026.
Kepala Terminal Leuwipanjang Asep Hidayat menyebut banyaknya penumpang yang bermalam di terminal terjadi pada H+1 Lebaran 2026, di mana sekitar 20 orang penumpang untuk berbagai jurusan, datang ke terminal namun bus yang mereka cari telah habis.
"Jadi saat itu banyak yang tertinggal bus, karena waktu pelayanannya sudah habis sejak pukul 20.00 WIB, akhirnya pada nginep, padahal aturannya tidak boleh menginap, tapi saya ambil kebijaksanaan kasih di Gedung A Terminal Leuwipanjang," kata Asep di Bandung, Sabtu.
Walau tidak mendapatkan keterangan langsung, Asep menilai para penumpang mempertimbangkan biaya untuk menginap di hotel yang tersebar di luar area terminal, padahal kurang dari 24 jam mereka akan menaiki bus pertama tujuan mereka masing-masing.
"Mungkin karena hotel kan cukup mahal padahal mungkin hanya butuh istirahat beberapa jam. Nah saya evaluasi harusnya terminal juga punya penginapan murah yang bisa diakses penumpang nantinya," ujar dia.
Penginapan yang diproyeksikan, kata Asep, adalah yang murah, bisa berbentuk hotel kapsul seperti di bandara dengan tarif Rp60 ribu hingga Rp70 ribu, walau dengan lokasi yang harus melalui analisis lanjutan.
"Penginapan murah, penginapan kapsul harga Rp60-70 ribu, lokasinya saya akan pikirkan karena saat ini revitalisasi juga tengah dilakukan. Tapi memang nanti ke depan itu hal-hal seperti ini harus kita pikirkan," ujarnya.
Ide soal penginapan atau hotel transit ini, kata Asep, akan dibawa sebagai usulan kepada Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Jawa Barat sebagai pengelola Terminal Tipe A tersebut.
Selain hotel, pihak Terminal Leuwipanjang juga berencana akan menghadirkan layanan toilet dan shower berbayar dengan penyewaan loker yang modern dan aman guna menunjang kebutuhan penumpang di waktu yang akan datang.
Terlebih, ujar Asep, selepas masa angkutan mudik Lebaran 2026 ini, operasional Terminal Cicaheum Bandung akan berpindah ke Leuwipanjang sehingga dibutuhkan berbagai infrastruktur dan fasilitas yang mendukung operasional terminal dengan jumlah penumpang yang semakin besar.
"Untuk toilet, shower dan loker, sudah masuk usulannya ke BPTD dan lokasinya sudah ditentukan di dekat masjid gedung dishub yang lama. Hal ini dibutuhkan karena Cicaheum segera pindah dan mudik tahun depan di Leuwipanjang semuanya," tutur dia.
Sementara itu, aktivitas arus balik Lebaran 2026 di Terminal Leuwipanjang menunjukkan tren peningkatan signifikan sejak H+1, berdasarkan data sementara, jumlah pemberangkatan tercatat sekitar 25 ribu penumpang, sementara kedatangan justru lebih tinggi, diperkirakan mencapai 30 ribu penumpang.
Asep Hidayat, mengatakan bahwa kondisi saat ini sudah memasuki fase arus balik, dengan peningkatan jumlah penumpang yang cukup konsisten dalam beberapa hari terakhir.
Untuk lonjakan arus balik tahap kedua diperkirakan terjadi pada Sabtu dan Minggu tanggal 28-29 Maret 2026, mengingat pekan depan libur sekolah telah usai.
"Prediksi puncaknya pada hari Minggu bisa mencapai 7.000 hingga 8.000 penumpang," ucap dia.
Puncak sementara arus balik sebelumnya terjadi pada 23–24 Maret 2026, dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 6.000 orang per hari. Namun, setelah itu terjadi penurunan bertahap, di mana pada hari berikutnya tercatat sekitar 5.200 penumpang, dan hari ini diperkirakan kembali turun di kisaran 3.000 hingga 4.000 penumpang.
Meski demikian, potensi lonjakan masih terbuka lebar, terutama menjelang akhir pekan. Pada periode tersebut, jumlah penumpang harian diperkirakan bisa menembus angka 10.000 orang, bahkan berkaca dari tahun sebelumnya yang sempat mencapai hingga 12.000 penumpang.
Pewarta: Ricky PrayogaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026