"Capaian untuk sisi darat itu, tercatat per Minggu, 17 Desember 2017. Terkait progres untuk sisi darat, sampai dengan 17 Desember ini sudah mencapai 80 persen," kata Kepala Bidang Humas dan Umum Unit Manajemen Proyek PT BIJB Rizkita Tjahjono Widodo, di Bandung, Kamis.
Ia mengatakan pembangunan untuk sisi darat di mana PT BIJB menjadi pelaksana pembangunan ini, dibagi ke dalam tiga paket pengerjaan.
Paket pertama yang digarap PT Adhi Karya (persero) Tbk, menurut dia, meliputi pekerjaan infrastruktur berupa ramp simpang susun, jalan, drainase, dan lansekap sudah rampung 100 persen.
"Paket satu untuk lingkup pekerjaan infrastruktur ini sudah mencapai 100 persen," ujar Dodo.
Selanjutnya untuk paket dua, yang meliputi pembangunan utama yakni terminal penumpang sudah hampir dicapai tiga perempatnya atau sekitar 73,2 persen.
Ia mengatakan paket dua dengan penyedia jasa dari KSO PT Wijaya Karya dan PT Pembangunan Perumahan (PP) Properti, saat ini masih fokus merampungkan atap yang menyerupai ekor merak.
Dia mengatakan atap inilah yang nantinya akan menjadi ikon bandara pemilik three letter code`KJT` dari Internasional Air Transport Association (IATA).
"Paket dua ini kita bicara soal terminal, interior, pekerjaan facade dan atap boarding lounge yang Awal Februari semua rangka atap ini akan menutupi seluruh terminal," ujar dia.
Pemasangan atap ini membentang 96 meter dengan menggunakan baja seamles dan untuk paket tiga meliputi pembangunan gedung operasional yang dikerjakan PT Waskita Karya sudah mendekati sempurna yakni 92 persen.
PT Waskita diberi tanggung jawab untuk mengerjakan sarana penunjang operasional bandara berupa incenerator, meteorologi, ground water tank, jalan kawasan, sub station dan perangkat keamanan kebakaran bandara.
Bergeser untuk kesiapan runway bandara, kata dia, yang nantinya akan dibentangkan sampai 3.500 meter x 60 meter oleh Kementrian Perhubungan saat ini progresnya sudah lebih dari pada 90 persen.
Menurut dia dengan panjang runway tersebut mempertegas bahwa kehadiran BIJB yang diproyeksikan menjadi bandara haji di 2018 bisa didarati pesawat berbadan lebar.
"Begitu juga dengan fisik pembangunan menara sebagai fasilitas navigasi penerbangan yang dioperasikan Airnav sudah hampir rampung," kata dia.
Tower dengan ornamen kujang tersebut saat ini tinggal dilakukan finishing dan melihat pembangunan fisik secara keseluruhan yang sudah dicapai per akhir 2017, seluruh pengerjaan baik dari sisi darat dan udara bisa rampung sesuai target yakni awal 2018.
Sehingga, kata dia, target BIJB beroperasi pada pertengahan 2018 bahkan menjadi embarkasi haji optimistis terlaksana.
"Target sesuai dengan apa yang disampaikan direksi bahwa peluncuran bisa dilakukan April dan grand launching yakni Juni 2018," ujar Dodo.
Editor : Ajat Sudrajat
COPYRIGHT © ANTARA 2026