Kota Bandung (ANTARA) - Persib latihan malam hari selama Ramadan untuk  menjaga kondisi fisik pemain tetap optimal tanpa mengganggu ibadah puasa, kata Pelatih Bojan Hodak di Bandung pada Jumat.

“Ini normal. Kami hanya perlu sedikit mengubah gaya hidup. Jadi mereka bisa tidur lebih lama di pagi hari dan kami berlatih di malam hari,” ujar Hodak.

Hodak mengatakan latihan setelah waktu berbuka puasa membuat intensitas latihan tetap berada pada level maksimal seperti hari biasa.

Menurut dia, latihan siang hari saat pemain berpuasa berpotensi menurunkan kualitas latihan karena kondisi fisik tidak berada pada performa terbaik.

“Semuanya memiliki intensitas yang sama seperti dua tahun terakhir. Kami hanya mulai berlatih lebih malam sehingga para pemain bisa berbuka dan setelah itu berlatih secara normal,” katanya.

Hodak menegaskan program latihan tim tidak mengalami perubahan berarti dibandingkan dengan musim sebelumnya.

Saat latihan itu, tim pelatih membagi pemain ke dalam dua kelompok, yakni pemain inti yang tampil lebih dari 45 menit pada pertandingan terakhir, dan kelompok pemain cadangan serta pengganti.

Hodak memberikan kabar positif mengenai Marc Klok yang sudah mulai ikut berlatih, namun perhatian khusus masih diberikan kepada Alfreandra Dewangga yang mengeluh nyeri pada laga sebelumnya.

"Dewa merasakan sakit di pertandingan terakhir. Jadi kita akan lihat besok. Itulah alasan mengapa saya menggantinya di babak pertama, dan sisanya semua oke," kata Hodak.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Persib latihan malam selama bulan puasa

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026