Cianjur (ANTARA) - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, memastikan tujuh orang korban kecelakaan beruntun di Jalan Raya Cidaun-Sindangbarang berangsur membaik setelah mendapat penanganan medis di puskemas setempat.
Kapolsek Cidaun AKP Ogin Ginanjar saat dihubungi Rabu, mengatakan tabrakan beruntun yang melibatkan satu unit mobil dan empat motor berawal ketika pengendara melintas di Jalan Raya Cidaun tepatnya di Kampung Babakan, Desa Cidamar pada Senin (16/2).
"Saat ini kami masih mendalami kasus tabrakan beruntun yang melibatkan sejumlah kendaraan di Jalan Raya Cidaun-Cianjur yang menyebabkan tujuh orang mengalami luka-luka, dimana 3 orang diantaranya perempuan," katanya.
Sopir mobil bernopol Cirebon BS (35) diduga mengantuk sehingga tidak dapat menguasai laju kendaraan langsung menghantam empat pengendara sepeda motor yang sedang berhenti di pinggir jalan hingga terpental sejauh beberapa meter dengan tubuh penuh luka.
"Korban langsung dibawa ke puskesmas terdekat karena mengalami luka cukup serius, namun saat ini sebagian besar kondisinya terus membaik dan sopir sempat diamankan di Polsek Cidaun sudah diserahkan ke Unit Gakkum Satlantas Polres Cianjur," katanya.
Pengembangan kasus tabrakan beruntun saat ini masih berjalan, dimana sejumlah saksi sudah dimintai keterangan termasuk sopir yang diduga mengantuk tidak dapat mengusai laju kendaraan saat melintas dilokasi sehingga menghantam sejumlah pengendara sepeda motor.
"Sopir sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan, kami mengimbau pengendara yang melintas di sepanjang jalur selatan Cianjur meningkatkan kehati-hatian dan waspada karena jalan lurus yang panjang membutuhkan konsentrasi," katanya.
Dia menjelaskan memasuki bulan puasa, volume kendaraan yang melintas di sepanjang jalur selatan Cianjur mengalami peningkatan dengan tujuan tempat wisata pantai, sehingga sejumlah petugas disiagakan di titik rawan seperti Pantai Jayanti, Katangpotong dan Cidamar.
Seiring cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah pantai selatan, pihaknya meminta masyarakat terutama wisatawan untuk tidak mendekat bibir pantai dan berenang karena gelombang tinggi dapat terjadi setiap saat terutama saat hujan turun deras disertai angin kencang.
"Kami juga menggencarkan patroli ke sejumlah pantai guna mengimbau dan mengantisipasi hal tidak diinginkan seiring tingginya angka kunjungan," katanya.
