Ia menyebut luas lahan pertanian yang terdampak mencapai ratusan hektare, serta saat ini masih dalam proses pendataan di lapangan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka Agus Tamim memastikan hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa akibat rangkaian bencana tersebut.

Namun demikian, ia menyebut sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dan beberapa akses jalan tertutup material longsor, sementara potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Januari 2026.

“Tim kami masih terus melakukan pendataan dan penanganan di lapangan,” ujarnya.

Baca juga: Pemkab Majalengka mempercepat realisasi pembangunan Sekolah Rakyat

Baca juga: Pemkab Majalengka mendukung pelaksanaan program bongkar ratoon tebu

Baca juga: Pemkab Majalengka menargetkan produksi jagung 112 ribu ton pada 2026



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026