Majalengka (ANTARA) - Bupati Majalengka Eman Suherman menyebut program pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) di Majalengka, Jawa Barat, dapat membantu upaya pencegahan stunting melalui pembiasaan pola konsumsi sehat pada anak sejak usia dini.
Eman dalam keterangannya di Majalengka, Sabtu, mengatakan kegiatan pangan B2SA mulai dilakukan di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Padahanten sebagai tahap awal untuk pelaksanaan program tersebut secara masif.
“Program ini bisa membantu anak, khususnya di Padahanten tumbuh sehat tanpa ancaman stunting. Kualitas generasi masa depan dipengaruhi pola makan dan kondisi kesehatan anak sejak dini,” katanya.
Menurut dia, pembiasaan konsumsi makanan sehat perlu diperkuat melalui lingkungan sekolah maupun keluarga agar anak-anak dapat tumbuh sehat, aktif, serta memiliki kemampuan belajar yang baik.
Ia menilai program pangan B2SA menjadi salah satu langkah pemerintah daerah, dalam membentuk generasi sehat dan berkualitas sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.
Selain itu, kata dia, keterlibatan sekolah, guru, orang tua, hingga pemerintah desa diperlukan untuk mengawasi pola konsumsi anak agar lebih sehat serta aman.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Majalengka Gatot Sulaeman mengatakan program B2SA menitikberatkan pada ketersediaan pangan, serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kualitas makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Ia menjelaskan edukasi mengenai pangan sehat perlu diperkenalkan sejak usia sekolah, karena anak-anak termasuk kelompok yang rentan terhadap kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat dan jajan sembarangan.
“Masyarakat juga didorong memanfaatkan bahan pangan lokal untuk menyediakan menu sehat dengan kandungan gizi seimbang tanpa harus mengeluarkan biaya besar,” katanya.
Ia menambahkan pada 2026, program B2SA menyasar 245 pelajar yang belum menerima program makan bergizi gratis (MBG).
“Adapun menu yang disiapkan dalam program tersebut terdiri atas berbagai makanan bergizi seperti telur, tahu, tempe, sayuran, buah-buahan, susu, serta makanan tambahan lainnya berbahan pangan lokal,” tuturnya.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026