Ia mengemukakan berdasarkan pembaruan prospek cuaca BMKG periode 22-29 Januari 2026, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan ringan hingga lebat.

BMKG, kata dia, mencatat keberadaan bibit siklon tropis 91S dan 92P yang terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat serta Teluk Carpentaria.

“Kondisi tersebut membentuk dan memperkuat daerah konvergensi dalam skala luas di wilayah selatan Indonesia, meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku bagian selatan hingga Papua Selatan,” katanya.

Ia menambahkan, dalam sepekan ke depan, aktivitas Monsun Asia yang disertai Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) diprediksi menguat sehingga membawa massa udara lembap ke wilayah selatan Indonesia.

“Sehingga masyarakat di Kuningan diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan bencana akibat cuaca ekstrem,” ucap dia.

Baca juga: Legislator Jabar menyarankan revisi RTRW Kuningan perkuat konservasi

Baca juga: DPRD Kuningan mengusung regulasi daerah perlindungan anak dan perempuan

Baca juga: Polres Kuningan usut dugaan penggunaan mata air ilegal di TNGC



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026