Kuningan (ANTARA) - Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyebut program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, telah membantu menjaga daya beli masyarakat menjelang Idul Adha 2026.
“Tujuan utama program ini adalah membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih murah dan menjaga daya beli masyarakat tetap stabil,” kata Dian di Kuningan, Jumat.
Ia menyebutkan program GPM Idul Adha telah berlangsung di sejumlah kecamatan, selama periode 18-21 Mei 2026 dan dilaksanakan kembali dalam beberapa hari ke depan.
Menurut dia, komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, bawang, cabai, telur, gula, tepung terigu, hingga daging ayam dan sapi tercatat cepat terserap warga.
Secara agregat, kata Dian, distribusi komoditas per titik rata-rata mencapai sekitar 4,3 ton beras dan 1.000 liter minyak goreng, disertai komoditas lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
“Stabilitas daya beli masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah, terutama saat permintaan pangan meningkat menjelang hari besar keagamaan,” katanya.
Pihaknya mendata harga sejumlah bahan pokok di Kuningan masih relatif tinggi per 21 Mei 2026, misalnya cabai rawit merah Rp75.000-Rp80.000 per kilogram, daging sapi Rp135.000-Rp140.000 per kilogram, dan minyak goreng kemasan Rp23.000 per liter.
Melalui GPM, kata dia, pemerintah daerah menjual berbagai komoditas di bawah harga pasar, seperti beras premium Rp12.000 per kilogram, bawang merah Rp35.000 per kilogram, Minyakita Rp15.500 per liter, hingga daging sapi Rp125.000 per kilogram.
“Selisih harga tersebut membantu masyarakat, menekan pengeluaran rumah tangga di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi menjelang Idul Adha,” katanya.
Ia menegaskan pengendalian inflasi pangan tidak cukup dilakukan melalui kebijakan administratif, melainkan harus diwujudkan melalui intervensi langsung yang dirasakan masyarakat.
“Pemerintah harus hadir lebih cepat sebelum gejolak harga terjadi agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan pokok dengan harga yang wajar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kuningan Wahyu Hidayah mengatakan pelaksanaan GPM menjadi instrumen strategis, dalam menjaga keseimbangan harga pangan sekaligus meredam potensi gejolak inflasi menjelang hari besar keagamaan.
Ia memastikan pelaksanaan program tersebut disusun berbasis data harga dan kebutuhan riil masyarakat, agar distribusi komoditas berjalan efektif serta tepat sasaran di setiap wilayah pelaksanaan.
“Kami tidak ingin menunggu harga semakin tinggi. Pemerintah harus bergerak lebih awal melalui intervensi yang terukur agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan dengan harga yang terjangkau,” ujar Wahyu.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.