Cimahi (ANTARA) - Pemerintah Kota Cimahi, Jawa Barat mencatat sebanyak 120 kejadian bencana terjadi di wilayah Kota Cimahi di sepanjang tahun 2025 yang didominasi oleh bencana hidrometeorologi.
Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira dalam keterangannya di Cimahi, Selasa, menyatakan bahwa jumlah tersebut membuat wilayahnya termasuk memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi akibat berbagai faktor lingkungan dan geografis.
“Kami memimpin Kota Cimahi dalam kondisi potensi bencana yang cukup tinggi, sepanjang tahun 2025 tercatat sekitar 120 kejadian bencana yang mayoritas merupakan bencana hidrometeorologi,” ujarnya.
Dia menjelaskan kondisi tersebut menjadi hal penting untuk diperhatikan mengingat wilayahnya memiliki luas yang relatif terbatas, namun dihuni lebih dari 600 ribu jiwa yang tersebar di tiga kecamatan dan 15 kelurahan.
Ia juga menambahkan bahwa tingkat kepadatan penduduk tersebut mencapai sekitar 14 ribu jiwa per kilometer persegi sehingga berdampak pada menurunnya daya dukung dan daya tampung air di lingkungan.
Pada kesempatan tersebut, Adhitia juga menegaskan penanggulangan bencana tidak lagi dapat berfokus pada penanganan saat kejadian semata, melainkan harus diperkuat melalui upaya mitigasi yang berkelanjutan.
Pemerintah Kota Cimahi juga telah menetapkan status siaga bencana geo-hidrometeorologi yang berlaku sejak September 2025 hingga Februari 2026 sehingga diharapkan penetapan status tersebut dapat meningkatkan kesiapsiagaan personel maupun peralatan penanggulangan bencana.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi Fithriandy Kurniawan mengatakan seluruh unsur kebencanaan berada dalam kondisi siaga, mulai dari armada, logistik, hingga personel dipastikan siap bergerak dalam penanganan bencana.
