“Rupiah mungkin tidak akan menguat banyak dan juga masih berpotensi melemah oleh sentimen risk off dari eskalasi ini,” ujar Lukman.
Di sisi lain, investor turut mengantisipasi Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Rabu (21/1) yang diperkirakan bakal memutuskan untuk mempertahankan suku bunga. “Namun, investor mencari kejelasan akan prospek suku bunga ke depannya,” ujar dia.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, kurs rupiah diprediksi berkisar Rp16.850-Rp16.950 per dolar AS.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Analis: Rupiah dapat menguat terbatas seiring dampak potensi tarif AS
