Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menyebut cuaca ekstrem dengan suhu dingin melanda sebagian besar wilayah Cianjur dalam beberapa hari ke depan, yang harus diwaspadai masyarakat dengan mengurangi aktivitas di luar rumah.
Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat di Cianjur, Kamis, mengatakan berdasarkan peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) suhu dingin sudah terjadi sejak satu pekan terakhir yang melanda sebagian besar wilayah Cianjur.
"Penurunan suhu di wilayah Cianjur mencapai 19 derajat masih akan terjadi sampai beberapa hari ke depan, sehingga kami minta warga mengurangi kegiatan di luar rumah, menggunakan pakaian tebal ketika terpaksa keluar rumah," katanya.
Bahkan informasi BMKG penurunan suhu terjadi karena masih dalam periode musim hujan, di mana air hujan yang jatuh dari lapisan atmosfer atas membawa suhu dingin ke permukaan, sehingga terjadi penguapan atau evaporasi air hujan yang menyerap panas dari permukaan.
Selain suhu dingin, tambah dia, cuaca ekstrem yang melanda Cianjur selama beberapa hari ke depan dapat memicu terjadinya bencana alam, sehingga masyarakat di seluruh wilayah Cianjur diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
Segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana terutama mereka yang tinggal di pinggiran sungai atau tebing yang rawan longsor, di mana saat ini pihaknya sudah menyiagakan puluhan petugas dan 360 relawan ditunjang kendaraan evakuasi.
"Saat cuaca dingin masyarakat diminta menggunakan pakaian tebal agar tubuh tetap hangat, hindari kegiatan di luar rumah ketika suhu dingin disertai hujan lebat dengan intensitas lama karena dapat memicu terjadi bencana," katanya.
