Cianjur (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyiagakan seluruh pusat layanan kesehatan masyarakat di 32 kecamatan guna melakukan penanganan cepat ketika ditemukan kasus superflu atau varian influenza A (H3N2) termasuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
Kepala Dinkes Cianjur Made Setiawan di Cianjur, Rabu, mengatakan meski hingga saat ini belum mendapat laporan temuan kasus di Cianjur, namun berbagai upaya antisipasi dilakukan termasuk meminta masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
"Dinkes Cianjur tetap mewaspadai ancaman wabah atau penyebaran penyakit menular termasuk melakukan upaya pencegahan, merutinkan surveilen bekerja sama dengan puskesmas dan rumah sakit meminta informasi terkait perkembangan pasien," katanya.
Berdasarkan laporan yang ada hingga saat ini, belum ditemukan keluhan dari pasien yang mengarah ke virus baru tersebut, namun kebanyakan pasien hanya mengeluh sakit badan biasa, sedangkan virus baru selain sakit badan disertai batuk dan flu.
Hingga saat ini, tambah dia, Kemenkes belum mengeluarkan rilis secara resmi terkait varian baru influenza seperti COVID atau berbeda namun sampai hari ini hanya flu biasa yang banyak dikeluhkan pasien di sejumlah rumah sakit atau puskesmas.
