Cirebon (ANTARA) - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, mendorong peningkatan ekspor produk, dari hasil program pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari penguatan fungsi pemasyarakatan.

Ia mengatakan, pemisahan Kemenimipas dari Kementerian Hukum dan HAM membuat pelaksanaan tugas pemasyarakatan menjadi lebih fokus, termasuk dalam pengembangan pembinaan kemandirian WBP.

“Tentunya ini menjadi lebih fokus. Kemudian, dengan amanat Undang-undang KUHP yang baru, peran Balai Pemasyarakatan (Bapas) menjadi sangat besar,” kata dia, di Lembaga Pemasyarakatan Cirebon, Jawa Barat, Kamis.

Ia menjelaskan, Kemenimipas mengupayakan agar Balai Latihan Kerja (BLK) dapat dipersiapkan di seluruh lapas dan rumah tahanan negara dengan dukungan Bapas.

Menurut dia, peran tersebut akan diperkuat oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) yang memberikan pendampingan sejak proses ajudikasi hingga pasca-ajudikasi bagi WBP.

“Dalam fase pasca-ajudikasi itulah kita mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat. Apabila hukumannya berupa kerja sosial, pendampingan tetap dilakukan oleh Bapas dengan pengawasan dari pihak lapas,” ujarnya.

Ia menyampaikan, pembinaan kemandirian WBP juga mendorong peningkatan produksi yang telah menembus pasar ekspor dan menunjukkan tren pertumbuhan.

“Karena itu, kami menerapkan zonasi, mana yang berperan sebagai produsen dan mana yang menyuplai bahan, sehingga kontinuitas produksi dapat terus terjaga,” katanya.

Ia mengungkapkan sejumlah produk hasil pembinaan WBP, termasuk di Cirebon, saat ini telah diekspor ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Prancis, Spanyol, dan Korea Selatan.

Adapun saat ini, pihaknya sudah melaksanakan kegiatan pelepasan ekspor produk coco shade hasil produksi WBP di Lapas Cirebon sebanyak 750 unit, yang dikirim ke Spanyol.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026