Tasikmalaya (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya membangun kolaborasi dengan pemangku kebijakan terutama pemerintah daerah untuk memperkuat sektor jasa keuangan agar berdaya saing untuk menumbuhkan perekonomian daerah di Priangan Timur, Jawa Barat.

"OJK agar selalu bersinergi dengan 'stakeholder', demi terwujudnya sektor jasa keuangan yang berdaya saing dan berperan optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas," kata Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara saat acara pengukuhan Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati di Tasikmalaya, Selasa (6/1). 

Apalagi saat ini, kata Mirza, setelah ditetapkannya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), OJK mendapatkan kewenangan yang semakin luas, termasuk pendelegasian fungsi pengawasan yang semakin besar untuk Kantor OJK di daerah.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menuntut kesiapan pimpinan OJK di daerah untuk memimpin dengan profesional, integritas, serta kemampuan menjalin komunikasi dan kerja sama yang efektif dengan seluruh pemangku kepentingan.

"Berbagai strategi dan kebijakan OJK tidak akan berjalan sukses tanpa adanya kerja sama, dan kolaborasi yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah," katanya.

Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati mengatakan siap membangun komitmen memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah di wilayah kerjanya di Priangan Timur meliputi Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran, serta industri jasa keuangan, media massa, maupun seluruh pemangku kepentingan lainnya.

Nofa menegaskan komitmen OJK Tasikmalaya untuk terus melakukan pemberantasan aktivitas keuangan ilegal melalui kegiatan literasi dan edukasi secara intensif, kemudian meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap perkembangan sektor jasa keuangan.



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026