"Ini sudah di akhir tahun, kelihatannya tidak banyak pergerakan karena permintaan kemungkinan jauh berkurang. Potensi kisaran pergerakan ada di Rp16.700-Rp16.780 per dolar AS," ujar Ariston.
Lebih lanjut Ariston mengatakan secara global ketegangan geopolitik, seperti konflik antara China dan Taiwan serta Rusia dan Ukraina, turut mendorong penguatan indeks dolar AS. Namun, dampaknya terhadap pergerakan rupiah relatif terbatas karena minimnya permintaan di pasar.
Adapun pada pembukaan perdagangan Rabu, nilai tukar rupiah tercatat menguat 34 poin atau sekitar 0,20 persen ke level Rp16.737 per dolar AS.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah diproyeksikan menguat terbatas di akhir tahun
